Permintaan Menguat, Harga Tembaga Terkerek

Tembaga rebound karena spekulasi bahwa permintaan akan terus bertumbuh meskipun Beijing berencana melakukan serangan balik ke Amerika Serikat yang telah meluncurkan tarif pada impor China.
Mutiara Nabila | 19 September 2018 21:07 WIB
Tembaga - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tembaga rebound karena spekulasi bahwa permintaan akan terus bertumbuh meskipun Beijing berencana melakukan serangan balik ke Amerika Serikat yang telah meluncurkan tarif pada impor China.

Harga tembaga di bursa London Metal Exchange (LME) tercatat naik 2,9% dan ekuitas tambang terkerek karena ada keyakinan bahwa kenaikan tensi dagang kali ini tidak akan mengguncang pertumbuhan perekonomian global.

Logam merah itu juga mengalami kenaikan karena optimisme penerapan tarif AS yang semakin melebar pada pekan depan akan membuat China diperkirakan akan berinvestasi lebih banyak untuk infrastruktur sebagai upaya mendorong perekonomian domestik.

Pemerintah Trump pada akhir Senin (17/9) mengatakan akan menjatuhkan tarif 10% pada impor China senilai US$200 miliar, diikuti dengan rencana menaikkan tarif dari tahun lalu hingga 25%. AS juga akan segera menerapkan tarif tambahan kepada barang China senilai US$267 miliar jika Beijing membalas.

Analis logam Deutsche Bank AG Nicholas Snowdon mengatakan bahwa keputusan untuk menambah tarif 10% daripada 25% berpotensi membuka gerbang negosiasi untuk menghapuskan perang tarif itu.

“China merespons dengan segera, menunjukkan bahwa perang dagang ini belum akan berakhir dalam waktu dekat,” ujarnya dikutip dari Bloomberg, Rabu (19/9/2018).

Logam industri terus tertekan dalam beberapa bulan terakhir karena kekhawatiran akan perang dagang yang semakin memburuk. Meskipun penurunan harga terus berlanjut, persediaan tembaga di bursa LME juga terus menysut, dengan cadangan global tercatat mencapai titik terendahnya sejak Desember 2016.

Premium yang harus dibayarkan oleh pembeli dari pelabuhan Yangshan China mencapai yang tertinggi dalam 3 tahun terakhir karena ada tanda bahwa permintaan dari negara konsumen terbesar akan tetap menguat.

Pada perdagangan Rabu (19/9), harga tembaga di bursa Shanghai Future Exchange mengalami kenaikan hingga 1.080 poin atau 2,23% menjadi 49.480 yuan per ton dan turun 12,72% secara year-to-date (ytd).

Sementara itu, harga tembaga di bursa London Metal Exchange (LME) mengalami reli 0,6% dari perdagangan hari sebelumnya kembali menembus US$6.000 per ton di posisi US$6.145 per ton. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak 29 Agustus yang diperdagangkan dengan harga US$6.121,50 per ton.

 

Tag : komoditas tembaga
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top