Penjualan SBR004: Penetrasi Pasar Bareksa dan Investree Meningkat

Tingginya daya tarik instrumen saving bond retail seri SBR004 dan kemudahan pembeliannya secara daring turut mendongkrak penetrasi pasar dua perusahaan rintisan teknologi finansial yang menjadi mitra distribusi, yakni Investree dan Bareksa.
Emanuel B. Caesario | 19 September 2018 01:58 WIB
Petugas menjelaskan tata cara berinvestasi kepada calon investor di gedung Jakarta Investment Center (JIC), Jakarta, Kamis (2/8/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Tingginya daya tarik instrumen saving bond retail seri SBR004 dan kemudahan pembeliannya secara daring turut mendongkrak penetrasi pasar dua perusahaan rintisan teknologi finansial yang menjadi mitra distribusi, yakni Investree dan Bareksa.

PT Investree Radhika Jaya berhasil menjual instrumen saving bond retail (SBR) seri SBR004 sebanyak Rp65 miliar, meningkat 4 kali lipat dibandingkan dengan saat pertama kali perseroan menjual instrumen ini pada seri SBR003 pada Mei lalu yakni Rp15 miliar.

Adrian Gunadi, Co-Founder dan CEO Investree, mengatakan bahwa capaian tersebut diperoleh dari sekitar 1.000 orang investor, yang mana 80% adalah investor baru dari kalangan milenial.

Insturmen SBR004 berhasil terjual senilai total Rp7,32 triliun kepada 21.267 investor. Nilai ini meningkat drastis dibandingkan pada SBR003 lalu yang hanya Rp1,93 triliun dari 7.642 investor. Sebanyak 40,99% dari total investor SBR004 adalah generasi milenial berusia 18 – 38 tahun.

Adrian mengatakan, peningkatan nilai pemasaran perseroan kali ini didukung oleh strategi kampanye digital marketing, roadshow bersama Kementerian Keuangan, dan kerjasama dengan sejumlah mitra strategis seperti T-Cash dan Doku untuk awareness building.

“Tantangan [yang masih ada adalah] edukasi tentang proses pembayaran, tetapi secara umum sudah lebih baik dibandingkan seri SBR003,” katanya, Selasa (18/9/2018).

Peningkatan basis investor juga dialami oleh PT Bareksa Portal Investasi. Karaniya Dharmasaputra, Co-Founder dan Chairman Bareksa, mengatakan kesadaran investasi kaum milenial kini semakin tinggi. Meskipun kini secara nominal nilai investasi mereka masih relatif rendah, tetapi nilainya akan terus berkembang di masa mendatang seiring meningkatnya kepercayaan diri mereka.

Bareksa berhasil menjual seri SBR004 kepada 4.981 investor, meningkat 772% dibandingkan dengan pada seri SBR003 yang hanya 645 investor.

Menurutnya, potensi pasar obligasi di Indonesia masih sangat besar, mengingat tingkat penetrasi pasar obligasi Indonesia adalah yang terendah di antara negara lainnya di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik, yakni hanya 15,3% dari GDP per September 2016.

“Kalau ingin memasyarakatkan investasi pada milenial, harus dengan mobile dan internet,” katanya.

Menurutnya, SBR004 menjadi menarik bagi milenial sebab kupon yang ditawarkan sangat tinggi, yakni 8,05% per tahun dan bersifat mengambang. Selain itu, instrumen ini dipasarkan secara daring melalui smartphone yang mana paling tinggi tingkat penetrasinya di kalangan milenial.

Tag : investasi, Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top