Saham UNVR Masih Berisiko Melemah

Pergerakan harga saham PT Unilever Indonesia Tbk masih berisiko melemah meskipun ditutup menguat 1.150 poin pada level 46.675 perdagangan sesi I hari ini (19/9).
Anida ul Masruroh | 19 September 2018 15:05 WIB
Unilever - www.unilever.co.id

Bisnis.com, JAKARTA—Pergerakan harga saham PT Unilever Indonesia Tbk masih berisiko melemah meskipun ditutup menguat 1.150 poin pada level 46.675 perdagangan sesi I hari ini (19/9).

Saham UNVR tetap diminati investor dan ramai diperdagangkan di bursa di tengah gempuran kekuatan dolar AS yang menekan kinerja Mata Uang Garuda. Terpantau hingga saat ini indeks sektor barang konsumsi menjadi leading sector menguat 16,9 poin.

Diperkirakan nilai tukar rupiah masih tertekan sejalan dengan peningkatan kembali tensi perang dagang AS-China. Kondisi kedua negara kembali memanas pasca-pengumuman Beijing yang untuk mengenakan tarif balasan atas barang impor AS sebesar US$60 miliar.

Saat ini, valuasi saham UNVR masih memiliki harga premium atau relatif mahal dengan forward PE ratio sebesar 45,4 kali (di atas rata-rata historis 5 tahun dengan forward PE ratio 44,2 kali). Nilai ini bahkan overvalued (lebih mahal) apabila dibandingkan dengan sektor barang konsumsi yang memiliki forward PE ratio sebesar 25,74 kali.

Secara teknikal analisis, saham UNVR mencoba menguat terbatas menuju level 46.850 dengan breakout indikator fibo retracements 50% dan MA100. Relative strength index berada pada area netral dengan indikator stochastic yang menunjukkan sinyal melemah. Diperkirakan saham UNVR akan bergerak dalam rentang 45.500-46.950 pada perdagangan hari ini.

Sumber: Bloomberg

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG, unilever
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top