Valbury Sekuritas: Positifnya Bursa AS Ikut Dongkrak IHSG

Valbury Sekuritas memproyeksikan saham AS yang berakhir positif pada perdagangan Selasa, diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi IHSG pada perdagangan hari ini.
Mia Chitra Dinisari | 19 September 2018 08:45 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Valbury Sekuritas memproyeksikan saham AS yang berakhir positif pada perdagangan Selasa, diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi IHSG pada perdagangan hari ini.

Selain itu, menurut tim analis Valbury, sentimen data perdagangan Indonesia yang defisit dampak ke investor cenderung mereda, sehingga membuat IHSG bisa kembali bangkit menguat.

"Untuk hari ini kami perkirakan IHSG bergerak di Support Level 5.780/5.749/5.717 dan Resistance Level 5.844/5.876/5.908," tulis riset mereka.

Adapun sentimen penggerak IHSG hari ini adalah sebagai berikut:

Sentimen pasar dari dalam negeri: 
Utang pemerintah yang meningkat menjadi persepsi kurang baik pandangan investor, untuk itu pemerintah nampak juga mulai menyadari berkenaan dengan utang. Kementerian Keuangan mengajukan rencana penerbitan instrumen utang pada tahun 2019 mencapai Rp 386,21 triliun, atau lebih sedikit daripada proyeksi 2018 sebesar Rp 388,01 triliun. Guna mengantisipasi gejolak mata uang maka pemerintah memprioritaskan utang rupiah.

Pemerintah terus berupaya agar rupiah dapat stabil, diharapkan implementasi sejumlah kebijakan seperti pengenaan PPh barang impor dan program bauran bahan bakar B20 serta tren penurunan defisit ekspor impor membuat pemerintah optimistis neraca perdagangan akan membaik dan kembali surplus pada akhir tahun

Pemerintah memberlakukan aturan baru terkait impor barang kiriman, yakni dengan memperkecil nominal ketentuan nilai bebas bea masuk dari USD 100 menjadi USD 75 per hari.

Sentimen pasar dari luar negeri : 
Presiden AS Donald Trump akan mengenakan tarif 10% untuk barang impor China senilai USD 200 miliar. Kemudian tarif tersebut meningkat menjadi 25% hingga akhir 2018. Penerapan tarif impor barang itu akan berlaku pada 24 September 2018. Langkah Trump tersebut meningkatkan ketegangan antara kedua negara. Cina mengancam akan membalas terhadap tarif tersebut.

Kabarnya Cina tidak akan mengirimkan delegasi perdagangan ke Washington, AS, menyusul Trump mengumumkan pengenaan tarif impor baru terhadap impor dari Cina.  Bea impor baru AS itu akan mulai berlaku pada 24 September dengan tarif sebesar 10% terhadap berbagai produk China senilai US$200 miliar dan akan naik menjadi 25% di akhir tahun 2018.

Berikut rekomendasi saham hari ini:

PTBA: Trading Buy
• Close 4130, TP 4200
• Boleh buy di level 4000-4130
• Resistance di 4200 & support di 4000
• Waspadai jika tembus di 4000
• Batasi resiko di 3800

ADRO: Trading Buy
• Close 1750, TP 1775
• Boleh buy di level  1710-1750
• Resistance di 1775 & support di 1710
• Waspadai jika tembus di 1710
• Batasi resiko di 1645

PGAS : Trading Buy
• Close 2060, TP 2090
• Boleh buy di level  2000-2060
• Resistance di 2090 & support di 2000
• Waspadai jika tembus di 2000
• Batasi resiko di 1915

BBTN:  Trading Buy
• Close 2590, TP 2630
• Boleh buy di level  2540-2590
• Resistance di 2630 & support di 2540
• Waspadai jika tembus di 2540
• Batasi resiko di 2450

AALI:  Trading Buy
• Close 12625, TP 12725
• Boleh buy di level  12525-12625
• Resistance di 12725 & support di 12525
• Waspadai jika tembus di 12525
• Batasi resiko di 12325

JPFA:  Trading Buy
• Close 2210, TP 2250
• Boleh buy di level  2140-2210
• Resistance di 2250 & support di 2140
• Waspadai jika tembus di 2140
• Batasi resiko di 2030

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
BJBR, ASII, BBCA, ITMG, MEDC, BBRI  

Tag : IHSG, bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top