Setelah Pemilu di Brasil, Harga Kopi Bisa Berlanjut Anjlok

Harga kopi dan jagung Brasil diperkirakan semakin anjlok ke harga minimum berdasarkan jaminan pemerintah apabila pelemahan mata uang real Brasil berbalik setelah pemilihan Presiden Brasil pada Oktober mendatang.
Mutiara Nabila | 18 September 2018 16:06 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Harga kopi dan jagung Brasil diperkirakan semakin anjlok ke harga minimum berdasarkan jaminan pemerintah apabila pelemahan mata uang real Brasil berbalik setelah pemilihan Presiden Brasil pada Oktober mendatang.

Wakil Menteri Kebijakan Pertanian Brasil Savio Rafael Pereira mengatakan, pemilihan presiden akan memacu program subsidi pemerintah Brasil yang membayar selisih harga antara posisi di pasar dengan harga yang dijaminkan pemerintah.

“Jika presidennya sudah ganti, dolar Amerika Serikat bisa melemah di hadapan real, kemungkinan harga kopi juga akan merosot sedikit, bahkan bisa menembus harga minimumnya. Ada dua produk yang berisiko turun harga kalau dolar AS melemah, yaitu kopi dan jagung,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Selasa (18/9/2018).

Pernyataan Pereira menunjukkan bahwa risiko utama perekonomian Brasil akan sangat bergantung pada pemilihan presiden pada Oktober mendatang, yang paling terbuka dalam sedekade terakhir.

Ketakutan pasar adalah nantinya Brasil gagal memilih kandidat yang ramah di bidang bisnis dan malah melemahkan real, yang sudah menyentuh level terendahnya sejak 1994.

Petani kopi dan jagung di Brasil selama ini diuntungkan dengan penguatan dolar AS karena membuat produk yang dijual dengan harga dolar AS semakin bernilai dalam real Brasil.

Berdasarkan data Departemen Pertanian Brasil, harga terendah kopi yang dipatok oleh Pemerintah Brasil untuk sekantong berisi 60 kilogram jenis arabika tipe 6 adalah 341,21 real Brasil atau setara dengan US$81,47 per kantong pada musim 2018/2019 dibandingkan dengan rata-rata harga 404,26 real atau US$102,58 per kantong di Sao Paulo.

Pereira melanjutkan bahwa biaya yang dibayarkan dalam program subsidi biasanya sangat kecil dan terencana, jauh dari level subsidi pertanian di Amerika Serikat.

“Harga yang dibayarkan tidak menguntungkan bagi produsen. Kalau begitu terus bisa-bisa produsen bangkrut,” lanjutnya.

Pemerintah Brasil menghabiskan sekitar 800 juta real pada tahun lalu untuk subsidi komoditas biji-bijian setelah harganya anjlok ke bawah harga minimum.

Tag : komoditas, kopi
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top