Kelebihan Pasokan Tempatkan Minyak pada Posisi US$69 Per Barel

Harga minyak mentah diperdagangkan di kisaran US$69 per barel setelah kemunculan tanda kenaikan pengeboran dari produsen Amerika dan optimisme investor bahwa Arab Saudi dan Rusia akan mengisi kesenjangan pasokan dari kehilangan pasokan Iran.
Mutiara Nabila | 17 September 2018 20:09 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah diperdagangkan di kisaran US$69 per barel setelah kemunculan tanda kenaikan pengeboran dari produsen Amerika dan optimisme investor bahwa Arab Saudi dan Rusia akan mengisi kesenjangan pasokan dari kehilangan pasokan Iran.

Harga minyak di New York mengalami sedikit penurunan setelah naik 0,6% pada penutupan perdagangan Jumat (14/9). Pengeksplor minyak mentah AS menambahkan jumlah rig terbanyak dalam sebulan karena adanya hambatan pipa di Permian Basin AS sehingga turut memacu langkah yang sama dari pengebor minyak lainnya.

Sementara itu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak dan rekanannya dari Arab Saudi Khalid al-Falih telah melakukan pertemuan di Moskwa pada Sabtu (15/9) lalu dalam rangka mengkonfirmasi keinginan mereka untuk menstabilkan harga minyak dan menentukan reaksi pada perubahan yang terjadi di pasar.

Analis komoditas di Kiwoom Securities Co. Ahn Yea Ha mengatakan bahwa tensi perang dagang AS dan China membatasi harga minyak untuk naik, sedangkan keinginan Arab Saudi dan Rusia untuk mengisi kesenjangan pasokan menahan harga untuk turun lebih dalam.

Minyak mentah West Texas Intermediate bertahan di bawah US$70 per barel sejak pertengahan Juli karena perang dagang dengan China memberi ancaman akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Spekulasi juga terus bergulir tentang akan adanya potensi bahwa kesenjangan pasokan dapat dipenuhi meskipun sanksi AS akan menahan ekspor minyak dari Iran.

Trader saat ini masih menantikan kejelasan seiring dengan pertemuan anggota Organisasi Negar-negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Aljazair pada akhir pekan ini untuk membicarakan soal pasokan.

“Penting bagi OPEC dan Sekutunya untuk memastikan bahwa harga minyak tidak turun secara drastis dan pasar juga masih mengharapkan pertemuan pada pekan ini untuk memastikan hal itu,” lanjut Yea Ha, dikutip dari Bloomberg, Senin (17/9/2018).

Harga minyak West Texas Intermediate kembali menguat tipis pada perdagangan Senin (17/9) pukul 16.00 WIB dengan kenaikan 0,42 poin atau 0,61% menjadi US$69,41 per barel dan mencatatkan kenaikan sebesar 14,88% selama tahun berjalan.

Adapun, harga minyak Brent turut menghijau sebesar 0,48 poin atau 0,61% menjadi US$78,57 per barel dan tercatat naik 17,50% secara year-to-date (ytd).

Tag : Harga Minyak
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top