Kurs Jisdor Melemah ke 14.835, Spot Rupiah Bertahan di Zona Hijau

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp14.835 per dolar AS, melemah 41 poin atau 0,28% dari posisi Rp14.794 pada Kamis (13/9/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 14 September 2018 10:54 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.835 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (14/9/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp14.835 per dolar AS, melemah 41 poin atau 0,28% dari posisi Rp14.794 pada Kamis (13/9/2018).

Di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau menguat 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.831 per dolar AS pada pukul 10.24 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka rebound 0,26% atau 38 poin ke level Rp14.802, setelah ditutup berbalik ke zona merah dengan pelemahan 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.840 per dolar AS pada Kamis (13/9).

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama di dunia pagi ini terpantau melemah 0,02% atau 0,018 poin ke level 94,5 pada pukul 10.27 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka menguat 0,03% atau 0,028 poin ke level 94,546, setelah pada perdagangan Kamis (13/9) berakhir melemah 0,3% atau 0,281 poin di posisi 94,518.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan pelemahan dolar AS didorong oleh rendahnya realisasi data inflasi di bulan Agustus di mana Consumer Price Index (CPI) AS hanya naik 0.2% (mom) di bawah ekspektasi analis sebesar 0.3% (mom).

Selain itu, lanjutnya, meredanya tensi perang dagang antara AS-China seiring keinginan Washington untuk kembali melakukan perundingan dengan China dalam beberapa hari kedepan untuk menghindari pengenaan tarif lanjutan menurunkan minat investor terhadap dollar sebagai aset safe heaven.

Di sisi lain, kenaikan tingkat suku bunga yang cukup tajam oleh bank sentral Truki sebesar 625 bps menjadi 24% berhasil menaikan mata uang Turki terhadap dollar sebesar 5% kemarin malam.

“Penguatan mata uang Turki tersebut dapat menjadi katalis positif bagi mata uang emerging market lainya termasuk rupiah. Pelemahan dollar indeks dan apresiasi mata uang lira diperkirakan dapat menjadi katalis positif bagi rupiah hari ini,” ungkapnya dalam riset, Jumat (14/9/2018).

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

14 September

14.835

13 September

14.794

12 September

14.863

10 September

14.835

7 September

14.884

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top