Harapan Baru Perdagangan AS–China Tahan Penguatan Dolar AS

Penguatan dolar AS tertahan dan mata uang yuan China menguat setelah muncul kabar bahwa Washington telah mengajukan putaran baru diskusi perdagangan dengan Beijing sehingga menurunkan minat dolar AS sebagai safe-heven.
Mutiara Nabila | 13 September 2018 21:14 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang dolar AS di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan dolar AS tertahan dan mata uang yuan China menguat setelah muncul kabar bahwa Washington telah mengajukan putaran baru diskusi perdagangan dengan Beijing sehingga menurunkan minat dolar AS sebagai safe-heven.

Euro dan pound sterling juga bergerak stabil sebelum keputusan kebijakan dari bank sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) dilaksanakan pada Kamis (13/9).

Pada perdagangan Kamis (13/9) pukul 14.30 WIB, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan enam mata uang utama mengalami sedikit penguatan 0,10% ke posisi 94,90 dan setelah mengalami penurunan hingga 0,5% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Pelemahan greenback mengikuti kabar bahwa Pemerintah AS telah mengundang Pemerintah China untuk kembali melakukan pembicaraan terkait dengan perdagangan.

“Dolar AS melemah pada sejumlah kabar terkait dengan perdagangan, tetapi masih sulit membayangkan situasi perdagangan antara kedua negara akan langsung membaik hanya dengan pertemuan itu. Sejumlah mata uang masih akan bereaksi pada kabar apapun terkait dengan perdagangan AS dan China,” ujar Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang Daiwa Seurities, dikutip dari Reuters, Kamis (13/9/2018).

Yuan merangkak 0,38% atau 0,002 poin menjadi 6,84 yuan per dolar AS dan melemah 4,99% di hadapan dolar AS sepanjang 2018 pada perdangan Kamis (13/9) setelah muncul harapan baru tentang diskusi dagang dengan AS. Hal itu membawa yuan pulih dari pelemahan selama 2 ½ pekan di posisi 6,88 yuan per dolar AS pada sesi perdagangan hari sebelumnya.

Dolar Australia, yang pergerakannya juga berkaitan dengan perdagangan China dan sebagai barometer risiko sentimen, melemah 0,28% atau 0,004 poin menjadi 1,39 dolar Australia per dolar AS setelah dan menguat 8,54% di hadapan dolar secara year-to-date (ytd).

Dolar Australia melanjutkan penguatan 0,7% pada perdagangan sebelumnya dan mendapat dorongan tambahan setelah data tenaga kerja Australia tercatat lebih kuat dibandingkan dengan ekspektasi untuk Agustus.

Adapun, mata uang Inggris pound sterling juga bergerak stabil di posisi 0,76 pound sterling per dolar AS, naik 0,04% dan naik 3,59% sepanjang 2018.

Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan 0,1% pada perdagangan sebelumnya setelah pembuat kebijakan pendukung Brexit yang satu partai bersama Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan akan terus mendukung May untuk tetap berada di posisinya saat ini.

BoE diperkirakan akan menahan kenaikan suku bunganya pada Kamis, memberikan waktu bagi perekonomian Inggris untuk memproses kenaikan biaya pinjaman pada Agustus, yang menjadi aksi kedua kalinya setelah mengalami krisis finansial sedekade silam.

“Pertemuan kebijakan BoE dan ECB hari ini diperkirakan tidak akan jadi peristiwa penggerak pasar, dan tidak akan terlalu menarik perhatian. Tapi, BoE memang diperkirakan akan membahas soal Brexit,” lanjut Ishizuki.

ECB juga diperkirakan tidak akan mengubah suku bunganya pada pertemuan kebijakan Kamis, dan hanya akan membuat sedikit perubahan kebijakan untuk mengakhiri pembelian obligasi dan membahas kenaikan suku bunga pada musim gugur mendatang.

Euro tercatat menguat 0,07% menjadi 0,86 euro per dolar AS dan menguat 3,32% selama tahun berjalan, melanjutkan kenaikan 0,2% pada perdagangan hari sebelumnya.

Tag : dolar as
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top