IHSG Dibuka Rebound, Investor Masih Tunggu Data Ekonomi

IHSG hari ini dibuka rebound dengan penguatan 0,63% atau 36,61 poin di level 5.834,76, dan terus menguat hingga 1,03% atau 59,90 poin di level 5.858,05 pada pukul 9.23 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho | 13 September 2018 09:41 WIB
Pengunjung mengamati papan monitor yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (13/9/2018).

IHSG hari ini dibuka rebound dengan penguatan 0,63% atau 36,61 poin di level 5.834,76, dan terus menguat hingga 1,03% atau 59,90 poin di level 5.858,05 pada pukul 9.23 WIB.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada level 5.834,76 – 5.858,73. Adapun pada perdagangan Rabu (12/9), IHSG ditutup berbalik melemah 0,57% atau 32,97 poin di level 5.798,15.

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG pagi ini bergerak di zona hijau dengan dorongan utama dari sektor infrastruktur yang menguat 1,90%, disusul sektor finansial dengan penguatan 1,39%.

Sebanyak 193 saham menguat, 41 saham melemah, dan 366 saham stagnan dari 601 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kiwom Sekuritas Indonesia menilai secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat dengan support dan resistance di level 5.749-5.895.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus  mengatakan para pelaku pasar dan investor masih akan menunggu data ekonomi AS yang akan keluar nanti malam waktu Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah inflasi serta Initial Jobless Claims yang berpotensi untuk meningkatkan probabilitas kenaikan The Fed pada pertemuan bulan ini. Initial Jobless Claims menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS. 

Selain itu, nanti malam juga ada pengumuman dari European Central Bank (ECB) terkait tingkat suku bunga. Kiwoom Sekuritas memperkirakan tidak akan ada perubahan di suku bunga Eropa. 

Namun, rencana tapering off pada tahun depan setidaknya dapat segera disampaikan agar para pelaku pasar dan investor dapat menyusun kembali portfolionya. 

Beralih dari sana, Turki tampaknya tengah bersiap untuk melakukan kenaikan tingkat suku bunganya. 

"Apabila hal ini dilakukan tentu akan memiliki dampak yang baik bagi krisis Turki yang beberapa hari ini terus menjadi sorotan karena mata uangnya yang terus melemah," papar Nico dalam riset harian, Kamis (13/9). 

 

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

BBRI

+2,41%

TLKM

+2,11%

BBCA

+0,84%

BMRI

+1,57%

 

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

FILM

-16,18%

TPIA

-1,03%

TRIO

-15,42%

MAYA

-1,72%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top