PTPP Siap Kucurkan Dana Investasi Jumbo

PT PP (Persero) Tbk. akan menggelontorkan dana jumbo untuk mendanai rencana investasi perseroan yang ditargetkan menjadi sumber pemasukan bagi bisnis konstruksi dalam jangka pendek dan recurring income dalam jangka panjang.
M. Nurhadi Pratomo | 13 September 2018 23:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— PT PP (Persero) Tbk. akan menggelontorkan dana jumbo untuk mendanai rencana investasi perseroan yang ditargetkan menjadi sumber pemasukan bagi bisnis konstruksi dalam jangka pendek dan recurring income dalam jangka panjang.

Agus Purbianto, Direktur Keuangan dan Pengelolaan Kapital Manusia PP menjelaskan bahwa perseroan telah memiliki sejumlah rencana investasi hingga lima tahun mendatang. Adapun, emiten berkode saham PTPP itu berencana mengucurkan investasi di sektor tanki penyimpanan minyak dan gas, sistem pengolahan air minum (SPAM), jalan tol, dan properti.

Secara detail, Agus mengatakan pihaknya telah menyiapkan investasi proyek penyimpanan minyak dan gas dalam rentang dua tahun ke depan. Dana investasi yang disiapkan untuk sektor tersebut mencapai Rp7 triliun.

Selain itu, dia menyebut PTPP akan berinvestasi proyek SPAM di sejumlah daerah. Nilai yang siap dikucurkan mencapai Rp2 triliun dalam 3 tahun mendatang.

Untuk jalan tol, sambungnya, perseroan masih mengikuti tender sejumlah ruas. Dana yang digelontorkan untuk investasi di sektor tersebut kurang lebih Rp15 triliun dengan estimasi 4 tahun—5 tahun ke depan.

Adapun, Agus mengatakan pihaknya juga akan berinvestasi di sektor properti. Pengucuran dana investasi akan dilakukan dalam rentang dua tahun dengan total Rp3 triliun.

“Tujuannya jangka panjang recurring income dan jangka pendek feeding konstruksi,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (13/9).

Dalam rencana investasi tersebut, dia menjelaskan bahwa porsi kepemilikan PTPP akan bervariasi. Dengan demikian, kontraktor pelat merah itu dapat menjadi pemegang saham mayoritas atau minoritas.

Terkait dengan pendanaan, Agus menyatakan akan menggunakan berbagai opsi. Beberapa sumber yang dapat digunakan yakni ekuitas, utang perbankan, obligasi, dan equity partnership. 

Sebagai catatan, manajemen PTPP menjaga debt to equity ratio (DER) interest bearing di bawah 1,5 kali dan debt to EBITDA di bawah 4 kali. Adapun, PTPP menjaga gross profit margin di atas 12% dan current ratio 1,25 kali.

PTPP membukukan pertumbuhan pendapatan 16,99% secara tahunan pada semester I/2018. Jumlah yang dikantongi perseroan naik dari Rp8,12 triliun menjadi Rp9,50 triliun.

Akan tetapi, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk emiten berkode saham PTPP tercatat turun 16,21% secara tahunan pada semester I/2018. Pencapaian Rp479,75 miliar lebih rendah dari Rp572,54 miliar pada semester I/2017.

Perseroan membidik pertumbuhan pendapatan hingga 21% pada akhir tahun di tengah sejumlah pipeline proyek yang besar yang masih dibidik dan kontrak dihadapi atau order book perseroan. Sampai dengan Juli 2018, kontrak baru yang dikantongi emiten berkode saham PTPP itu senilai Rp27,19 triliun.

Sampai dengan akhir 2019, PTPP mengklaim memiliki pipeline kontrak baru untuk pekerjaan gedung sekitar Rp10 triliun, infrastruktur Rp9,8 triliun, dan proyek engineering, procurement, dan construction Rp12 triliun.

Tag : ptpp
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top