Minyak Mentah Menguat, Harga Batu Bara Ditutup Naik 0,26%

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak November 2018 berakhir naik 0,26% atau 0,30 poin di US$114,65 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 12 September 2018 07:57 WIB
Tempat penampungan batu bara. - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara ditutup menguat pada sesi perdagangan kemarin, Selasa (11/9/2018), sejalan dengan pelemahan harga minyak mentah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak November 2018 berakhir naik 0,26% atau 0,30 poin di US$114,65 per metrik ton.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, Senin (10/9), harga batu bara kontrak November 2018 ditutup menguat 1,46% atau 1,65 poin di level 114,35.

Sementara itu, di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Januari 2019 ditutup menguat 0,55% atau 0,55 poin ke level US$100 per metrik ton.

Sejalan dengan batu hitam, minyak mentah Amerika Serikat (AS) terus menguat menyusul laporan industri yang menunjukkan penurunan terbesar sejak Juli dalam stok minyak mentah AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober diperdagangkan di level US$69,88 per barel pada pukul 4.48 sore waktu setempat, setelah mengakhiri sesi perdagangan Selasa (11/9) di level US$69,25 per barel di Nymex, level penutupan tertinggi dalam sepekan.

Sementara itu, harga minyak Brent untuk pengiriman November pada Selasa menanjak US$1,69 dan berakhir di level US$79,06 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$10,02 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir dari Bloomberg, kontrak berjangka minyak di New York menguat setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan penurunan sebesar 8,64 juta barel dalam persediaan domestik pekan lalu. Jumlah suplai juga menurun di kompleks penyimpanan Cushing, Oklahoma.

“Ketika Anda mendapatkan hasil penurunan yang besar, itu membuat Anda sedikit gugup,” kata James Williams, presiden perusahaan riset energi WTRG Economics, seperti dikutip Bloomberg.

Harga minyak mentah sebelumnya telah mendapat dukungan penerapan sanksi AS yang melumpuhkan ekspor Iran serta Badai Florence yang mengancam pasokan bensin di East Coast.

Menurut American Automobile Association (AAA), pengendara motor dalam jalur badai tersebut mungkin mengalami lonjakan harga bensin yang 'dramatis', saat evakuasi massal menguras SPBU.

Ketika badai Florence bergerak lebih dekat menuju bagian tenggara pantai AS, angin ribut yang disertainya diprediksi akan menguat. Badai itu dinyatakan bakal menjadi yang terkuat untuk menghantam Carolina Utara dalam 64 tahun, menurut US Hurricane Center.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak November 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

11 September

114,65 (+0,26%)

10 September

114,35 (+1,65%)

7 September

112,70 (-0,27%)

6 September

113,00  (+0,13%)

5 September

112,85 (+0,45%)

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top