AKSI EMITEN 12 SEPTEMBER: Kilau Emiten Tertahan Harga, WSBP Raih Kontrak Baru Rp4,03 Triliun

Berita mengenai tantangan emiten pertambangan logam serta kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk menjadi topik utama media massa nasional hari ini, Rabu (12/9/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 12 September 2018 08:55 WIB
Gedung Antam

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai tantangan emiten pertambangan logam serta kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk menjadi topik utama media massa nasional hari ini, Rabu (12/9/2018).

Berikut ringkasan berita utama di media massa hari ini:

Kilau Emiten Logam Tertahan Harga. Performa emiten pertambangan logam cenderung mengilap pada semester I/2018 karena peningkatan volume penjualan. Namun, perusahaan mendapatkan tantangan dari terpukulnya harga akibat sentimen perang dagang dan melimpahnya pasokan. (Bisnis Indonesia)

WSBP Raih Kontrak Baru Rp4,03 Triliun. PT Waskita Beton Precast Tbk. mengantongi kontrak baru Rp4,03 triliun sampai dengan Agustus 2018. (Bisnis Indonesia)

Penjualan Lahan DMAS Laris Manis. Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk., mencatatkan marketing sales lahan industri seluas 21,7 hektare sepanjang Januari—Juni 2018, capaian tertinggi di pangsa pasar penjualan lahan industri. (Bisnis Indonesia)

MTDL Tunggu Restitusi. PT Metrodata Electronics Tbk., emiten distribusi, solusi, dan konsultasi teknologi informasi menilai kebijakan pemerintah dalam upaya meningkatkan pajak barang elektronik tidak berdampak besar pada target keuangan perseroan pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

WIKA Menambah Portofolio Bisnis Listrik. Sayap bisnis PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terkembang semakin lebar. Emiten pelat merah ini juga menjelma sebagai perusahaan investasi, salah satunya di sektor ketenagalistrikan. (Kontan)

ANTM Fokus Hilirisasi Feronikel. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) fokus ekspansi ke hilirisasi nikel. Fokus ANTM ini mengacu pada produksi feronikel perusahaan yang meningkat. (Kontan)

PPh Impor Berefek ke Arus Kas Emiten. Kenaikan pajak penghasilan (PPh) impor diyakini tidak akan mengganggu kinerja emiten peritel, seperti Erajaya Swasembada (ERAA) dan Ace Hardware (ACES). Seperti diketahui, mulai 15 September 2018, pemerintah memberlakukan tarif PPh impor barang konsumsi elektronik dan kebutuhan sehari-hari sebesar 10%. (Kontan)

Tag : aksi emiten
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top