Penjualan SBR004 Capai Rp5,62 Triliun

Tiga hari menjelang berakhirnya masa penjualan saving bonds retail (SBR) seri SBR004, nilai penjualannya sudah mencapai Rp5,62 triliun. Sementara itu pemerintah terus menaikkan targetnya, hingga kini menjadi Rp8 triliun.
Emanuel B. Caesario | 09 September 2018 20:45 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Tiga hari menjelang berakhirnya masa penjualan saving bonds retail (SBR) seri SBR004, nilai penjualannya sudah mencapai Rp5,62 triliun. Sementara itu pemerintah terus menaikkan targetnya, hingga kini menjadi Rp8 triliun.

Berdasarkan data penjualan yang ditampilkan di laman resmi salah satu mitra penjual, yakni Investree.id, nilai pemesanan SBR004 sudah mencapai Rp5,62 triliun hingga Minggu (9/9/2018) pukul 18:30 WIB. Nilai ini masih akan terus meningkat dalam 3 hari ke depan.

Masa penawaran SBR004 akan ditutup pada Kamis (13/9/2018) mendatang setelah dijual sejak Senin (20/8/2018) lalu. Saat pembukaan masa penjualan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan hanya menargetkan Rp1 triliun.

Namun, belakangan target penjualan terus meningkat seiring tingginya animo investor ritel atas instrumen ini. Dengan target terkini Rp8 triiun, artinya penjualan sudah mencapai 70,23% dan masih ada tersisa Rp2,37 triliun untuk dibeli.

Loto Srinaita Ginting, Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, sebelumnya mengatakan bahwa penetapan target memang diatur secara fleksibel dan secara otomatis disesuaikan berdasarkan permintaan investor.

Pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk membuka penjualan lebih luas lagi selama ada masyarakat yang masih berminat membeli.

Insturmen SBR004 ini memang sangat menarik sebab menawarkan kupon minimal 8,05% dan bersifat mengambang. Kupon tidak akan turun bila suku bunga BI 7 Days Repo Rate turun dari level 5,50% saat ini, tetapi sebaliknya bila BI 7DRR naik lebih tinggi, kupon SBR004 akan turut meningkat.

Hal ini menjadi menarik sebab tren suku bunga BI 7DRR dalam 2 tahun tenor insutrumen ini akan cenderung terus meningkat, bila berkaca pada kondisi terkini dan proyeksi arah pergerakan pasar global.

Penjualan seri SBR004 ini lebih sukses dibandingkan pendahulunya, SBR003 yang diterbikan pada Mei tahun ini dengan kupon minimal 6,80%. Penjualan SBR003 hanya mencapai Rp1,93 triliun. Kedua seri ini merupakan seri SBR yang dipasarkan secara daring.

Penjualan SBR004 ini jelas akan menjadi penjualan SBR tertinggi. Penjualan SBR tertinggi sebelumnya terjadi pada seri SBR002 yakni Rp3,91 triliun dengan kupon 7,50%.

Instrumen SBR memang cenderung tidak terlalu laris dibandingkan instrumen surat utang ritel lainnya seperti obligasi ritel Indonesia (ORI) atau sukuk ritel (sukri) yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder. SBR tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

Kupon seri SBR004 ini sejatinya bukanlah yang tertinggi. Pada seri SBR001, kupon yang diberikan pemerintah mencapai 8,75%. Namun, penjualan SBR001 ini hanya mencapai Rp2,39 triliun, umumnya karena sosialisasi yang terbatas dan proses pembelian yang relatif rumit.

Pada seri SBR004, pembelian sudah dapat dilakuakan secara daring dalam 24 jam, tidak saja pada jam kerja. Selain itu, pemerintah melibatkan mitra distribusi yang lebih beragam, tidak hanya dari kalangan bank.

Selain dari enam bank, yakni Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Permata, Bank BRI, dan Bank BTN, investor juga dapat membeli SBR004 dari tempat lain, Investor bisa membelinya melalui sekuritas anggota bursa, yakni Trimegah Sekuritas, atau perusahaan efek khusus seperti Bareksa dan Tanamduit, serta perusahaan startup tekfin seperti Investree dan Modalku.

Tag : Obligasi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top