Hedge Funds Perkirakan Harga Minyak Naik

Para investor yakin bahwa harga minyak akan meningkat, namun tidak demikian dengan kondisi yang terjadi di pasar.
Nirmala Aninda | 08 September 2018 13:00 WIB
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Kabar24.com, NEW YORK -- Para investor yakin bahwa harga minyak akan meningkat, namun tidak demikian dengan kondisi yang terjadi di pasar

Dilansir melalui Bloomberg, berdasarkan pada data yang dirilis Jumat (7/9/2018), taruhan hedge funds terhadap kenaikan harga minyak Brent melonjak ke level tertinggi pekan ini sejak dua bulan terakhir.

Optimisme tersebut terbukti salah dengan harga minya mentah yang jatuh pada hari - hari berikutnya karena kekhawatiran krisis pasar berkembang (emerging market) menyebabkan pelemahan mata uang, ekuitas, obligasi, dan komoditas yang meluas.

Sementara para pengelola keuangan berkonsentrasi untuk menyiasati pengurangan pasokan dari Iran, ekonomi berkembang yang sedang goyah dan peningkatan perang dagang antara Amerika Serikat - China mengakibatkan prospek permintaan global menjadi kabur.

Michael Lynch dari Strategic Energy & Economic Research mengatakan peningkatan substansial dalam stok bahan bakar Amerika juga tidak membantu. Penumpukan pasokan juga dapat semakin memicu suasana market yang buruk.

"[Prospek] akan sangat bergantung pada laporan inventaris berikutnya dalam beberapa pekan ke depan," kata Lynch melalui sambungan telepon. "Jika AS terus memasang angka yang kita lihat pekan ini, orang-orang akan mulai sedikit gugup."

Posisi net-long pada minyak mentah Brent naik 7% dalam pekan yang berakhir 4 September menjadi 416.742 futures dan opsi, menurut data dari ICE Futures Europe. Taruhan jangka panjang (long-only bets) pada patokan internasional juga naik.

Taruhan net-long pada patokan minyak mentah AS, West Texas Intermediate, meningkat 3,9% untuk periode yang sama guna mencapai satu bulan tertinggi, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS mengatakan pada hari Jumat.

Sementara itu, futures di New York membukukan penurunan mingguan terbesar sejak Juli, karena kekalahan di Turki dan pasar lainnya menimbulkan kekhawatiran.

Data pemerintah AS pada Kamis (6/9) menunjukkan inventori minyak mentah di pusat distribusi terbesar di Cushing, Oklahoma, naik sepanjang empat pekan dengan total stok bensin dan sulingan juga meluas.

Hedge fund terus berekspektasi pada harga AS yang lebih tinggi yang biasanya muncul pada akhir musim musim panas, ketika permintaan mulai berkurang, kata Chris Kettenmann, kepala strategi energi di Macro Risk Advisors LLC di New York.

Kettenmann percaya West Texas Intermediate dapat rebound, mengingat perdagangan WTI sekitar US$9 diskon untuk Brent.

Hal itu akan mendorong ekspor menyediakan "katup bantuan" bahkan jika persediaan terus meningkat.

Analis Nasdaq Inc. Tamar Essner mengatakan sedikit terkejut dengan tingkat penjualan.

"Kami sekarang tengah berada di dua posisi yang saling tarik menarik. Penegakan hukum yang semakin meningkat terhadap Iran yang diimbangi oleh risiko yang mengancam pertumbuhan permintaan."

Tag : Harga Minyak
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top