Kurs Jisdor Rp14.884 Per Dolar AS, Koreksi Dolar AS Masih Angkat Spot Rupiah

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.884 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (7/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 07 September 2018 10:46 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.884 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (7/9/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp14.884 per dolar AS, menguat 7 poin atau 0,04% dari posisi Rp14.891 pada Kamis (6/9/2018).

Di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau bertahan di level Rp14.890 per dolar AS pada pukul 10.00 WIB dengan penguatan tipis 3 poin atau 0,02%.

Mata uang Garuda mulai memperpanjang penguatannya setelah dibuka terapresiasi 24 poin atau 0,16% di posisi 14.869. Adapun pada perdagangan Kamis (6/9), rupiah berakhir rebound dengan penguatan 45 poin atau 0,30% di level 14.893.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama di dunia pagi ini terpantau naik tipis 0,013 poin atau 0,01% ke level 95,034 pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun hanya 0,004 poin di level 95,017, setelah pada perdagangan Kamis (6/9) berakhir melemah 0,17% atau 0,163 poin di posisi 95,021.

Dikutip dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan pergerakan dolar AS akan melemah di level 94,80- 95,0 terhadap mata uang euro dan pound sterling, didorong pelemahan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Moody’s analytic melaporan bahwa perusahaan swasta menambah sekitar 163 ribu tenaga kerja baru pada Agustus, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 190 ribu.

Hasil itu memperkuat keyakinan investor bahwa bank sentral AS The Fed tidak akan terlalu agresif untuk menaikkan tingkat suku bunga d tengah tensi perang dagang yang semakin memanas antara AS dan China.

Pelemahan dolar AS pun kemungkinan akan membantu penguatan mata uang negara-negara berkembang termasuk rupiah. Penguatan rupiah diperkirakan akan juga terbantukan intervensi ganda BI di pasar surat utang dan pasar valas.

“Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.850-Rp 14.900 per dolar AS,” tulis Ahmad.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

7 September

14.884

6 September

14.891

5 September

14.927

4 September

14.840

3 September

14.767

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top