Tekanan Rupiah & Ketidakpastian Isu Dagang Jebol IHSG ke Level 5.700

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah bahkan merosot lebih dari 1% pada awal perdagangan hari ini, Rabu (5/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 05 September 2018 09:51 WIB
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan 9IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (3/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah bahkan merosot lebih dari 1% pada awal perdagangan hari ini, Rabu (5/9/2018).

IHSG merosot 1,81% atau 107,14 poin ke level 5.798,16 pada pukul 09.15 WIB, setelah dibuka turun 0,62% atau 36,52 poin di posisi 5.868,78.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada level 5.790,31 – 5.868,78. Adapun pada perdagangan Selasa (4/9), indeks berakhir melemah 1,04% atau 62,28 poin di level 5.905,30.

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor aneka industri (-2,94%), finansial (-2,05%), dan konsumer (-1,98%).

Sebanyak 37 saham menguat, 179 saham melemah, dan 385 saham stagnan dari 601 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing turun 2,53% dan 2,36% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG pagi ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 melanjutkan pelemahannya dan anjlok 2,21% atau 11,42 poin ke level 505,85 pada pukul 09.16 WIB.

Indeks Bisnis 27 sebelumnya dibuka melemah 1% atau 5,19 poin di posisi 512,09, setelah berakhir melorot 1,20% atau 6,26 poin di posisi 517,28 pada Selasa (4/9).

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga memerah pagi ini, dengan indeks indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,25%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,52%), dan indeks PSEi Filipina (-1,44%).

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing turun 0,76% dan 0,29%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,22% dan indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,10% . Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing turun 0,46% dan 0,58%.

Tekanan terhadap rupiah yang rawan terkoreksi diikuti ketidakpastian seputar perang dagang diprediksi kembali menjadi pemicu tekanan bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini.

Tim riset Valbury Sekuritas Indonesia memaparkan, nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp15.000, menjadi salah pemicu kecemasan para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI), meskipun sejumlah mata uang lainnya juga melemah.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah berakhir melemah 120 poin atau 0,81% di level Rp14.935 per dolar AS pada Selasa (4/9), walaupun pagi ini terpantau sedikit rebound ke posisi 14.926.

Berkenaan dengan anjloknya rupiah, pemerintah menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga perekonomian. Langkah paling dekat yang diambil pemerintah adalah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dalam rangka mengatur impor barang konsumsi.

Pemerintah juga berencana menunda sejumlah proyek infrastruktur yang banyak mengandung bahan baku impor. Pemerintah sudah membuat daftar proyek infrastruktur yang kemungkinan ditunda pengerjaannya dan segera akan diambil keputusannya.

Dari luar negeri, Presiden AS Donald Trump tetap bersikukuh bahwa perdagangan bebas Amerika Utara alias NAFTA telah merugikan negaranya. Sebelumnya, Trump memperingatkan Kongres AS untuk tidak ikut campur dalam pembicaraan NAFTA.

Perang dagang pun dikhawatirkan akan meluas tidak hanya dengan China, tetapi juga Kanada dan Uni Eropa. Diskusi perdagangan antara AS dan Kanada akan berlanjut pada hari ini waktu setempat.

"Secara teknikal indeks harga saham gabungan pada hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang 5.780-6.049," jelas Valbury Sekuritas Indonesia dalam risetnya.

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

BBCA

-2,53%

HMSP

-2,36%

BBRI

-2,57%

ASII

-3,18%

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

CPIN

+1,68%

KPIG

+6,43%

BFIN

+3,17%

BCAP

+3,57%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top