Rupiah Sudah Lewati Asumsi RAPBN 2019, Menkeu Tegaskan Tetap Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah bersama otoritas moneter tetap akan menjaga stabilitas rupiah.
Rinaldi Mohammad Azka | 04 September 2018 13:09 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah menegaskan bakal tetap menjaga stabilitas rupiah di tengah melemahnya mata uang Garuda.

Hal itu disampaikan sebagai jawaban atas tanggapan fraksi-fraksi DPR terkait dinamika nilai tukar rupiah dalam Sidang Paripurna membahas RAPBN dan Nota Keuangan 2019, Selasa (4/9/2018).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah bersama otoritas moneter tetap akan menjaga stabilitas rupiah.

"Bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah akan terus menjaga agar perubahan nilai tukar rupiah mencerminkan fundamental ekonomi yang menopangnya dan fleksibilitas rupiah dapat dikelola dan diserap oleh perekonomian dengan baik. Kami akan terus mewaspadai pergerakan nilai tukar rupiah yang dipicu oleh sentimen global dan perubahan kebijakan AS," paparnya.

Dengan demikian, lanjut Sri Mulyani, stabilitas perekonomian dan sektor keuangan dapat terus terjaga. Penetapan asumsi nilai tukar tahun depan, jelasnya, menjadi tantangan yang tidak mudah karena harus mencerminkan kombinasi antara faktor fundamental yang menopang nilai rupiah tetapi juga harus antisipasif terhadap sentimen pasar yang mudah berubah. 

"Dengan menggunakan seluruh instrumen kebijakan, baik instrumen fiskal maupun instrumen kebijakan struktural, pemerintah akan terus melakukan penguatan struktur perekonomian Indonesia dengan memperkuat sektor industri manufaktur yang mampu menghasilkan devisa dan mengurangi impor terutama impor barang konsumtif, juga mendukung pariwisata, sehingga neraca perdagangan dan transaksi berjalan menjadi kuat," tambah Menkeu.

Perbaikan iklim investasi agar dapat menarik arus modal dari luar juga terus diperbaiki untuk memperkuat neraca modal, sehingga neraca pembayaran diyakini semakin kokoh sehingga nantinya mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Pemerintah juga mengklaim terus memperkuat basis investor dalam negeri dan melakukan pendalaman pasar keuangan, sehingga stabilitas nilai surat berharga pemerintah dapat dijaga. 

"Dalam rangka mitigasi dan antisipasi terhadap risiko nilai tukar rupiah, pemerintah dan BI akan menyiapkan dan memanfaatkan kerja sama regional dan global untuk memperkuat instrumen second line of defense," tambahnya.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh level Rp14.780 pada Selasa (4/9) pukul 11.20 WIB. Posisi tersebut sudah jauh di atas asumsi makro kurs pada RAPBN 2019 yang di angka Rp14.400.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah, sri mulyani
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top