Minat Lelang Sukuk Negara Kembali Turun

Total penawaran investor dalam lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (4/9/2018) kembali turun dibandingkan lelang sebelumnya seiring meningkatnya ketidakpastian global dan tertekannya rupiah.
Emanuel B. Caesario | 04 September 2018 20:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Total penawaran investor dalam lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (4/9/2018) kembali turun dibandingkan dengan lelang sebelumnya seiring meningkatnya ketidakpastian global dan tertekannya rupiah.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran investor dalam lelang sukuk kali ini adalah sebesar Rp10,48 triliun.

Nilai ini lebih rendah dibandingkan lelang sukuk negara dua pekan sebelumnya yang mencapai Rp14,8 triliun. Padahal, lelang surat utang negara (SUN) pada pekan lalu sudah kembali tinggi, bahkan mencapai level tertinggi baru sejak Januari 2018, yakni Rp59,3 triliun.

Lelang sukuk kali ini terdiri atas 6 seri. Sebanyak 2 seri adalah seri pasar uang surat perbendaharaan negara-syariah (SPN-S) tenor 6 bulan dan 9 bulan, selebihnya seri project based sukuk (PBS) yakni PBS016 (2 tahun), PBS002 (4 tahun), PBS012 (13 tahun), dan PBS015 (29 tahun).

Penawaran terbesar investor dalam lelang kali ini masuk pada seri SPN-S, masing-masing Rp3,8 triliun pada SPN-S 6 bulan dan Rp2,75 triliun pada SPN-S 9 bulan. Selanjutnya, PBS016 Rp1,98 triliun, PBS002 Rp553 miliar, PBS012 Rp953 miliar, dan PBS015 Rp445 miliar.

Dari total penawaran tersebut, pemerintah memenangkan sedikit di atas target, yakni Rp4,8 triliun. Pemerintah menyerap Rp1,1 triliun pada SPN-S 6 bulan, Rp1,2 trililun pada SPN-S 9 bulan, Rp1,1 triliun pada PBS016, Rp330 miliar pada PBS002, Rp900 miliar pada PBS012, dan Rp175 miliar pada PBS015.

Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan yakni SPN-S 6 bulan 6,483%, SPN-S 9 bulan 6,922%, PBS016 sebesar 7,875%, BPS002 sebesar 8,0997%, PBS012 sebesar 8,859%, PBS015 sebesar 9,079%.

Ramdhan Ario Maruto, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa turunnya minat investor dalam lelang menunjukkan bahwa pasar kembali ragu setelah dua hari perdagangan sebelumnya pasar menghadapi tekanan yang cukup kuat.

Hari ini, Selasa (4/9/2018), yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun meningkat lagi menembus level 8,343%, level tertingginya sepanjang tahun ini. Level yield SUN sudah bertahan di atas 8% selama tiga hari perdagangan terakhir sejak Jumat pekan lalu.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pun kembali bergejolak dan kini semakin Rp14.935 per dolar AS, level tertingginya sepanjang tahun ini.

“Kalau penawarannya hanya Rp10 triliun ini menunjukkan ketidakpastian pasar sangat tinggi, mereka cenderung wait and see. Apalagi pelemahan rupiah masih terbuka. Orang masih takut harganya akan turun lagi di pasar sekunder nantinya,” katanya, Selasa (4/9/2018).

Tag : surat utang negara
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top