Kiwoom Sekuritas: Pasar Obligasi Menanti Pembalikan Arah

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa hari ini, Selasa (4/9/2018) pasar obligasi akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas.
Emanuel B. Caesario | 04 September 2018 09:48 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa hari ini, Selasa (4/9/2018) pasar obligasi akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa ruangan pelemahan masih ada, titik terendah sudah disiapkan, selanjutnya pasar hanya menanti apakah pasar obligasi akan berbalik arah atau tidak ketika menyentuh titik terendah.

"Saat ini sebenarnya saat yang baik untuk mulai masuk ke dalam pasar obligasi. Imbal hasil obligasi 10 tahun sudah menyentuh 8,31%, dan obligasi 20 tahun sudah menyentuh 8,85%," katanya dalam riset harian, Selasa (4/9/2018).

Nico mengatakan, dengan tekanan dari faktor eksternal, pasar obligasi masih terus berpotensi melemah. Menurutnya, masuk bertahap dengan volume kecil akan menjadi hal yang baik.

Fokus berikutnya adalah dengan mengikuti lelang hari ini. Menurutnya, seri jangka pendek akan mendominasi, tetapi PBS 12 dan PBS 15 akan menjadi perhatian hari ini.

"Kami merekomendasikan jual hari ini, dan bersiap untuk membeli karena potensi pembalikkan bisa saja terjadi," katanya.

Adapun pada perdagangan kemarin, total transaksi dan frekuensi turun dibandingkan hari sebelumnya ditengah tengah merosotnya harga obligasi kemarin.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7 – 10 tahun, diikuti dengan 3 – 5 tahun dan 15 – 20 tahun. Sisanya obligasi diperdagangkan hingga tenor 20 tahun.

"Meskipun Bank Indonesia melakukan intervensi, arus tidak akan bisa kita tahan. Pasar obligasi pada akhirnya tidak kuat menahan pelemahan yang terjadi kemarin," katanya.

Nico mengatakan, ini merupakan sebuah proses yang harus dihargai untuk menuju titik keseimbangan baru. Meskipun proses ini menyakitkan, tetapi cepat atau lambat proses ini akan segera berakhir.

Namun, apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejauh ini dinilai sudah tepat, sehingga Fitch pun mengafirmasi peringkat Indonesia dengan layak investasi. Tentu hal ini merupakan sebuah pencapaian yang baik ditengah tengah perjuangan untuk menahan gejolak.

Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup melemah di 8,31% dibandingkan hari sebelumnya di 8,20%. Imbal hasil obligasi 20 tahun ditutup melemah di 8,85% dibandingkan hari sebelumnya 8,64%.

Adapun, rupiah di tutup melemah di Rp14.815 per dolar AS dibandingkan dengan hari sebelumnya di Rp14.730 per dolar.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top