Pelemahan Bursa Asia Seret IHSG Tinggalkan Level 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan level 6.000 setelah ditutup melemah pada perdagangan Senin (3/9/2018), di tengah memburuknya sentimen perdagangan global.
Aprianto Cahyo Nugroho | 03 September 2018 17:09 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan level 6.000 setelah ditutup melemah pada perdagangan Senin (3/9/2018), di tengah memburuknya sentimen perdagangan global.

IHSG ditutup melemah 0,85% atau 50,88 poin ke level 5.967,58, meskipun sempat dibuka rebound dengan penguatan 0,12% atau 6,95 poin di level 6.025,41.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.954,93 – 6.026,91.

Dari 601 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 133 saham menguat, 261 saham melemah, dan 207 saham stagnan. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi penekan utama terhadap koreksi IHSG hari ini.

Seluruh sembilan sektor pada IHSG ditutup melemah hari ini, dengan sentor industri dasar mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,91%, disusul sektor aneka industri yang melemah 1,79%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutuip melemah 105 poin atau 0,71% ke level Rp14.815 per dolar AS, terendah dalam 20 tahun terakhir.

Pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham Asia yang terbebani kekhawatiran mengenai berlanjutnya eskalasi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China.

Di Asia Tenggara sendiri, indeks FTSE Straits Time Singapuira melemah 0,19%, FTSE Malay KLCI turun 0,33%, indeks SE Thailand melemah 0,01%, sedangkan indeks PSE Filipina melemah 0,3%.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 melemah masing-masing 0,87% dan 0,69%, indeks Hang Seng turun 0,63%, dan indeks Shanghai Composite melemah 0,17%.

“Tampaknya hampir pasti bahwa Trump akan memberlakukan tarif 25% pada impor senilai US$200 miliar dari China," kata Norihiro Fujito, kepala strategi investasi di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan siap untuk menerapkan tarif baru segera setelah periode komentar publik tentang rencana itu berakhir pada Kamis pekan ini. Jika terjadi, langkah tersebut akan menjadi eskalasi besar setelah ia menerapkan tarif terhadap ekspor oleh China senilai US$50 miliar.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 ditutup melemah 0,96% atau 5,05 poin ke level 523,54, setelah dibuka menguat 0,22% atau 1,15 poin ke level 529,73.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Agustus 2018 mengalami deflasi sebesar 0,05%.

Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,28%. Adapun inflasi tahunan dan tahun kalendernya masing-masing tercatat sebesar 2,13% dan 3,2%.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan angka ini sangat mengembirakan karena masih di bahwa 3,5%.

"Kalau lihat trennya pada 2018, inflasi relatif terkendali di mana inflasi tahunannya pada Agustus mencapai 3,2% atau lebih rendah dibandingkan inflasi Agustus 2017 yang sebesar 3,82%," paparnya dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/9/2018). 

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BMRI

-2,90

ASII

-2,07

HMSP

-1,04

INKP

-3,01

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBNI

+0,64

PNBN

+4,12

NASA

+16,20

CPIN

+16,28

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top