Sinarmas AM Bidik Kenaikan Dana Kelolaan 36%

PT Sinarmas Asset Management menargetkan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) pada tahun ini mencapai 36,84% menjadi Rp26 triliun. Tahun lalu, dana kelolan perseroan tercatat senilai Rp19 triliun.
Tegar Arief | 03 September 2018 13:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sinarmas Asset Management menargetkan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) pada tahun ini mencapai 36,84% menjadi Rp26 triliun. Tahun lalu, dana kelolan perseroan tercatat senilai Rp19 triliun.

Perusahaan itu optimistis target tersebut akan terealisasi. Pasalnya, per akhir Juli lalu, total dana kelolaan perseroan mencapai Rp24,5 triliun. Selain itu, optimisme perseroan ditopang oleh moncernya kinerja sejumlah produk.

"Target kami hingga akhir tahun ini Rp26 triliun," kata Direktur PT Sinarmas Asset Management Jamial Salim kepada Bisnis.com, Senin (3/9/2018).

Dari data Infovesta Utama, sejumlah produk reksa dana Sinarmas memang berhasil mencatatkan kinerja dengan capaian cukup tinggi sepanjang tahun berjalan per Juli lalu. Salah satunya adalah reksa dana saham.

Produk perseroan menempati posisi tiga teratas dengan kinerja tertinggi, yakni SImas Syariah Unggulan (38,83%), Simas Saham Unggulan (34,12%), dan Simas Saham Andalan dengan catatan kinerja sebesar 33,34%.

Untuk reksa dana campuran, Simas Maju Berkembang menjadi produk dengan kinerja terbaik yakni 37,31%. Adapun untuk reksa dana pendapatan tetap, ada SImas Income Fund dan SImas Pendapatan Tetap Andalan yang masing-masing mencatatkan kinerja 35,83% dan 6,03%.

Tercatat hanya di reksa dana pasar uang produk Sinarmas tidak masuk dalam posisi lima teratas kinerja terbaik. Jamial mengatakan, pihaknya memang mengandalkan reksa dana saham pada tahun ini.

"Kami melakukan strategi value investing dalam pemilihan portofolio saham. Saham yang masih memiliki growth story dan potential earning yang menjadi underlying portofolio," jelasnya.

Tahun ini, perseroan menyiapkan sejumlah produk reksa dana alternatif, diantaranya adalah reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan Dana Investasi Real Estate (DIRE).

Untuk RDPT, produk akan diluncurkan dalam waktu dekat yakni menggunakan underlying multifinance dengan nilai sekitar Rp100 miliar. Bahkan, perseroan berencana meluncurkan lebih dari satu produk RDPT. "Kami sedang menjajaki proyek infrastruktur untuk RDPT selanjutnya," ujarnya.

Sementara itu, untuk produk DIRE Jamial masih enggan untuk memberikan banyak keterangan. Dia hanya mengatakan bahwa perseroan ingin melengkapi varian produk untuk pasar reksa dana di Tanah Air.

"Banyak pertimbangan kenapa kami berminat di DIRE. Salah satunya ini untuk diversifikasi produk. Kami kan memiliki produk yang sudah cukup lengkap," ujarnya.

Tag : reksa dana
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top