Dana IPO Madurasi Murni Indah Untuk Tambah Kapasitas Produksi

Dana yang diperoleh dari IPO PT Madusari Murni Indah Tbk, 94,45% setelah dikurangi biaya-biaya emisi, diperuntukkan entitas anak untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik.
Choirul Anam | 02 September 2018 18:45 WIB

Bisnis.com,  MALANG—Dana yang diperoleh dari IPO PT Madusari Murni Indah Tbk, 94,45% setelah dikurangi biaya-biaya emisi, diperuntukkan entitas anak untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik.

Selain itu membeli beberapa mesin dan sisanya disalurkan. kepada entitas anak untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang di daerah Jawa Timur.


Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata mengungkapkan perseroan  melepas sebanyak 351.000.000 saham atau 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

“Pada masa penawaran umum yang berlangsung  27 Agustus 2018, terjadi oversubscribe sebanyak 221,53 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat,” katanya dalam keterangan resminya, Minggu (2/9/2018).

Dia berharap,  momentum IPO akan menjadi langkah awal bagi perseroan dalam meningkatkan kinerja yang lebih baik, serta dengan dicatatkannya saham PT Madusari Murni Indah di BEI, maka manajemen perseroan akan terus berupaya meningkatkan  tata kelola perusahaan dengan baik.

PT Madusari Murni Indah atau Molindo Incorporated, adalah perusahaan holding yang menaungi PT Molindo Raya Industrial sebagai pabrik Ethanol, PT Molindo Inti Gas sebagai pabrik CO2 dan PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi. Perusahaan ini didirikan di Malang pada tahun 1965.

Dalam perkembangan bisnisnya Madusari dikemudian hari mengakuisisi Molindo yang juga merupakan produsen ethanol pesaing saat itu.

Group perusahaan ini kemudian berkembang dan melahirkan PT Molindo Raya Industrial sebagai pabrik produsen ethanol dengan kapasitas produksi 80.000 KL per tahun dan juga PT Molindo Inti Gas sebagai pabrik produksi gas CO2 dengan kapasitas produksi 15.360 ton per tahun.

Untuk memasarkan dan mendistribusikan produk-produknya, PT Madusari Murni Indah kemudian mendirikan PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi yang mana telah sukses mendistribusikan produk Molindo Ethanol dan Molindo CO2, dan meraih pengakuan di pasar ekspor Asia Pasifik hingga ke Australia, Eropa dan seluruh penjuru lainnya.

Grup korporasi Molindo saat ini mempunyai market share ethanol sekitar 55% dari pasar ethanol nasional.

Untuk menjamin kebutuhan bahan baku yang berasal dari tetes tebu, Molindo telah menjalin hubungan yang sangat baik dan bekerjasama dengan Pabrik Gula di seluruh Indonesia.

Tetes tebu atau mollases yang merupakan produk limbah dari proses tebu di pabrik gula diproses oleh Molindo melalui proses fermentasi dan destilasi menjadi ethanol dan gas CO2 serta limbahnya diolah menjadi pupuk.

Dengan proses ini Molindo tidak hanya menjadi perusahaan yang menghasilkan zero waste dalam proses produksinya dan juga mengimplementasikan inisiatif sosial karen atelah mengelola limbah produk etanol menjadi pupuk organik tanaman tebu untuk pemberdayaan petani tebu.

Sebagai bentuk komitmen PT Madusari Murni Indah Tbk. untuk memenuhi kebutuhan etanol, maka perusahaan tersebut juga akan membangun pabrik etanol di Lampung.

Di pabrik ini akan menggunakan bahan alternatif jagung selain tetes tebu. Saat ini tidak ada pabrik etanol dengan bahan baku jagung di kawasan Asia Pasifik sehingga nantinya MRI akan menjadi produsen satu-satunya di kawasan Asia Pasifik yang memproduksi etanol dengan bahan baku jagung.

Hal ini tentunya akan menambah daya saing MRI di pasar regional sekaligus mendukung program ekspor dari Indonesia.

Pada 25 Juli 2018, Menteri Perindustrian yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, Achmad Sigit Dwiwahjono mewakili Menteri Perindustrian menghadiri meresmikan pembangunan Unit Distilasi Etanol PT. Molindo Raya Industrial Lampung Plant sebagai salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah untuk mengembangkan industri nasional.
 

Tag : kinerja emiten, dana ipo
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top