Indeks Bisnis-27 Berpotensi Bearish Jelang Sidang The Fed

Indeks Bisnis-27 ditutup menguat tipis 0,4 poin di level 528 pada perdagangan Jumat (31/8) dan diperkirakan masih mampu bergerak di area hijau pada bulan September di tengah sentimen negatif global dari sidang The Fed.
Anida ul Masruroh | 31 Agustus 2018 21:53 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (23/8/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Indeks Bisnis-27 ditutup menguat tipis 0,4 poin di level 528 pada perdagangan Jumat (31/8) dan diperkirakan masih mampu bergerak di area hijau pada bulan September di tengah sentimen negatif global dari sidang The Fed.

Adapun, IHSG pada akhir transaksi bulan ini ditutup melemah tipis 0,5 poin di tengah tekanan eksternal yang cukup kuat membayangi kinerja kedua indeks tersebut. Ketidakpastian global semakin meningkat seiring dengan adanya normalisasi The Fed dan pengetatan likuiditas global.

Saat ini, pasar tengah menantikan keputusan The Fed yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan pada Federal Open Market Committee pada bulan September.  

Turbulensi ekonomi domestik juga masih dibayangi perang dagang AS dan China yang masih panas. Ketidakpastian global ini membuat investor mengalihkan investasinya pada save haven currency yaitu dolar AS mengingat greenback ini menjadi begitu perkasa akibat perbaikan ekonomi AS yang lebih cepat dari ekspektasi setelah Presiden Trump memberlakukan pemangkasan pajak korporasi pada tahun lalu.

Sementara itu, sentimen domestik datang dari kenaikan neraca transaksi berjalan pada kuartal II 2018 mencapai US$8,0 miliar atau 3% dari PDB. Kondisi ini juga turut mengoreksi posisi cadangan devisa periode Juli 2018 menjadi US$118,31 miliar turun dari periode sebelumnya sebesar US$119,83 miliar. Perbaikan angka pertumbuhan PDB menjadi 5,27% (yoy) tidak mampu menahan gejolak dan pasar modal sepanjang Agustus 2018.

  • Bisnis-27 Index Technical Review

Indeks Bisnis-27 mengonfirmasi pola bearish engulfing dan membentuk bullish counter attack pada penutupan perdagangan akhir Agustus 2018. Meskipun demikian, indikator stochastic mulai menyempit mengindikasikan kemungkinan Indeks Bisnis-27 akan memasuki fase bearish dengan indikator Relative Strength Index (RSI) pada posisi netral. Indeks Bisnis-27 breakout MA20 dan MA 100 menuju fibo retracement 50%. Diperkirakan Indeks Bisnis-27 bergerak dalam rentang 520-530 pada perdagangan sesi berikutnya.

 

Sumber: Bloomberg

  • Jakarta Composite Index Technical Review

Terlihat tren IHSG telah mengkonfirmasi pola bearish engulfing meski mencoba menahan dengan pola bullish counter attack. Meskipun demikian, indikator slow stochastic oscillator terlihat berpotensi menyempit menunjukkan kemungkinan IHSG akan memasuki fase bearish dengan indikator RSI pada posisi netral. IHSG breakout MA20 dan MA 100 menuju fibo retracement 50%. Diperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 5.950-6.025 pada perdagangan sesi berikutnya.

Sumber: Bloomberg

  • Indeks Bisnis-27 dan Indeks Lainnya

Sepanjang tahun 2018, hampir sebagian besar indeks acuan di bursa efek tertekan dan mengalami koreksi kecuali IDX SMC Composite dan DBX yang masing-masing tumbuh sebesar 2,2% (ytd) dan 2,7% (ytd). Sementara itu, Indeks Bisnis-27 juga terkoreksi secara year to date sebesar 8,5%, namun Indeks Bisnis-27 masih lebih unggul apabila dibandingkan dengan LQ45 -11,8% (ytd), Kompas 100 8,7% (ytd) dan Sri Kehati 10% (ytd).

Saat ini Indeks Bisnis-27 sangat terdiskon dengan forward PE ratio sebesar 15,66 kali (di bawah rata-rata historis 5 tahun yang memiliki forward PE ratio 20,51 kali. Sementara IHSG juga memiliki valuasi harga yang murah dengan forward PE ratio 13,78 kali (di bawah rata-rata historis 5 tahun yang memiliki forward PE ratio sebesar 24,82 kali). Selanjutnya, Indeks Bisnis-27 memiliki harga relatif yang terbilang overvalued apabila dibandingkan dengan valuasi IHSG.

  • Sektor Pendorong Indeks Bisnis-27

Sepanjang tahun 2018, terdapat tujuh emiten yang tumbuh positif secara year to date yaitu emiten dari sektor industri dasar dan kimia yang diwakili oleh konstituen PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang masing-masing tumbuh 253% dan 66%. Sektor pertambangan yang masih menjadi leading sektor diwakili oleh konstituen PT Bukit Asam Tbk  tumbuh 64% (ytd).  Sementara itu, 20 konstituen lainnya terkoreksi sepanjang tahun 2018.

  • Monthly Preview

Kinerja Indeks Bisnis-27 bulan depan masih akan dibayangi sentimen eksternal dan konsistensi Indeks Bisnis-27 diperkirakan mencoba menguat mengingat kinerja fundamental pada kuartal II konstituen terpilih sebagian besar membukukan pertumbuhan dari sisi pendapatan dan bottom line. Namun, tekanan eksternal masih akan terus membayangi di mana pasar akan menantikan keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga dan perkembangan perang dagang AS dan China yang masih menarik untuk terus dicermati.

Sementara itu, sentimen dari dalam negeri diperkirakan berasal Bank Indonesia akan kembali melakukan kebijakan penyesuaian suku bunga untuk meredam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan menjaga supaya suku bunga antara Indonesia dengan AS tetap atraktif baik bond yield maupun short term rate.

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG, Indeks BEI, indeks bisnis27
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top