Pasar Asia Memerah, IHSG Melemah di Awal Dagang

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1% pada awal perdagangan hari ini, Jumat (31/8/2018).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Agustus 2018  |  09:50 WIB
Pasar Asia Memerah, IHSG Melemah di Awal Dagang
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1% pada awal perdagangan hari ini, Jumat (31/8/2018).

Pelemahan indeks mulai berlanjut saat dibuka turun 0,56% atau 34 poin di level 5.984,96, setelah tergelincir dan berakhir melemah 0,76% di posisi 6.018,96 pada perdagangan Kamis (30/8) 

IHSG kemudian terpantau melorot 1,02% atau 61,61 poin ke level 5.957,36 pada pukul 09.14 WIB.

Seluruh indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor aneka industri (-1,75%), industri dasar (-1,45%), dan konsumer (-1,17%).

Sebanyak 32 saham menguat, 167 saham melemah, dan 402 saham stagnan dari 600 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing turun 2,34% dan 1,61% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG pagi ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 melanjutkan pelemahannya dan melorot 1,30% atau 6,84 poin ke level 521,27 pada pukul 09.15 WIB.

Indeks Bisnis 27 sebelumnya dibuka turun 0,74% atau 3,90 poin di posisi 524,21, setelah tergelincir dan berakhir melemah 1,18% atau 6,33 poin di posisi 528,11 kemarin.

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara ikut memerah pagi ini, dengan indeks indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,11%) dan indeks PSEi Filipina (-0,73%).

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing turun 0,13% dan 0,08%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,08% dan indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,43% . Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing turun 0,50% dan 0,70%.

Kabar bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump siap memacu perang dagang serta menerapkan lebih banyak tarif terhadap impor China menekan bursa saham di kawasan Asia pagi ini.

Bloomberg melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump siap memberlakukan tarif yang diusulkannya terhadap impor tambahan China senilai US$200 miliar segera setelah periode komentar publik untuk rencana tersebut berakhir pekan depan.

“Sejauh ini, Trump telah melakukan apa yang dia katakan akan dia lakukan,” kata Ayako Sera, ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank, seperti dikutip Reuters. “Meski ada juga keraguan, perwakilan perdagangan bisa segera muncul dengan tarif baru.”

Dalam wawancara dengan Bloomberg pada Kamis (30/8), Trump juga mengancam untuk menarik diri dari Organisasi Perdagangan Dunia jika "mereka tidak memperbaiki diri”, langkah yang berpotensi akan lebih merusak salah satu dasar dari sistem perdagangan global modern.

Tak hanya itu, Trump mengatakan proposal Uni Eropa untuk menghapus tarif otomotif tidak cukup baik dan menyebut kebijakan perdagangan blok tersebut "hampir sama buruknya dengan China."

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

ASII

-2,34%

HMSP

-1,61%

BMRI

-2,19%

UNVR

-1,92%

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

LAND

+16,02%

MOLI

+24,71%

NISP

+1,74%

TOWR

+0,97%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup