Harga Batu Bara Menguat Enam Hari Berturut-turut

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Oktober 2018 ditutup melonjak 2,84% atau 3,15 poin ke level US$114,15 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 30 Agustus 2018 07:54 WIB
Aktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di sejumlah bursa komoditas kembali melanjutkan reli penguatannya pada perdagangan kemarin, Rabu (29/8/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Oktober 2018 ditutup melonjak 2,84% atau 3,15 poin ke level US$114,15 per metrik ton.

Harga batu bara Newcastle melanjutkan penguatannya di hari perdagangan keenam berturut-turut setelah pada perdagangan Selasa (28/8) ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,68% atau 0,75 poin di posisi US$111.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019 juga ditutup menguat 1,21% atau US$1,20 di level US$100,50 per metrik ton pada Selasa (27/8), melanjutkan reli penguatan di hari kelima.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertingginya dalam satu bulan pada akhir perdagangan Rabu, menyusul laporan yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS dengan jumlah lebih besar daripada perkiraan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 98 sen dan ditutup di US$69,51 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan sekitar 37% di bawah rata-rata 100 hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober menanjak US$1,19 dan berakhir di level US$77,14 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$7,63 terhadap WTI, rentang terlebar sejak Juni.

Dilansir dari Bloomberg, badan informasi energi AS (Energy Information Administration/EIA) melaporkan penurunan persediaan minyak mentah nasional sebesar 2,57 juta barel pekan lalu, lebih besar dari perkiraan para analis dalam survei Bloomberg untuk penurunan sebesar 1,49 juta barel.

Harga WTI ditutup 1,4% lebih tinggi pada Rabu, meskipun selama sesi perdagangan pergerakan harga sempat turun di tengah kekhawatiran seputar kenaikan ketiga berturut-turut pada suplai di pusat penyimpanan utama Cushing, Oklahoma.

"Laporan hari ini secara keseluruhan cukup bullish," kata Matt Sallee dari Tortoise di Leawood, Kansas.

Pergerakan harga batu bara kontrak September 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

29 Agustus

114,15

(+2,84%)

28 Agustus

111

(+0,68%)

27 Agustus

110,25

(+0,92%)

24 Agustus

109,25

(+0,41%)

23 Agustus

108,80

(+0,05%)

Sumber: Bloomberg

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top