Pembelian SBR004 Hampir Tembus Rp3 Triliun

Minat investor ritel terhadap instrumen surat utang negara berbasis tabungan atau saving bonds retail (SBR) seri SBR004 cukup tinggi. Dalam waktu dua pekan, nilai pemesanan sudah hampir tembus Rp3 triliun.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 30 Agustus 2018  |  07:39 WIB
Pembelian SBR004 Hampir Tembus Rp3 Triliun
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA— Minat investor ritel terhadap instrumen surat utang negara berbasis tabungan atau saving bonds retail (SBR) seri SBR004 cukup tinggi. Dalam waktu dua pekan, nilai pemesanan sudah hampir tembus Rp3 triliun.

Berdasarkan data penjualan SBR004 di laman penjualan Investree hingga Kamis (29/8) pukul 18.30 WIB, nilai penjualan SBR004 sudah mencapai Rp2,98 triliun dari 11 mitra penjual. Nilai ini sudah jauh melampaui realisasi penjualan SBR003 yang diterbitkan Mei 2018 yang hanya Rp1,93 triliun.

Menariknya, dalam laman tersebut Investree menyebut bahwa target penjualan SBR004 adalah Rp4 triliun, lebih tinggi dari yang diumumkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan pada pembukaan masa perdagangan, Senin (20/8) lalu, yakni Rp1 triliun.

Artinya, dalam waktu kurang dari dua pekan, nilai penjualan SBR004 sudah mencapai 74,43% dari targetnya. Padahal, masa penawaran masih tersisa 14 hari lagi hingga Kamis (13/9) mendatang. Invevstor masih bisa membeli instrumen ini hingga Rp1 triliun.

Adrian Gunadi, CEO dan Co-Founder Investree Radhika Jaya, mengatakan bahwa penjualan SBR004 jauh melampaui SBR003 lantaran instrumen ini ditawarkan dengan tingkat kupon perdana yang jauh lebih menarik, yakni 8,05%.

Kupon tinggi ini diperoleh dari penjumlahan antara suku bunga Bank Indonesia 7 Days Repo Rate yang sudah naik 125 bps tahun ini menjadi 5,50% dengan premium spread tetap sebesar 255 bps.

Kupon ini lebih tinggi dibandingkan dengan kupon awal SBR003 yang sebesar 6,80%. Saat itu, BI 7DRR masih pada level 4,25%. Meski begitu, kini kupon SBR003 sudah menjadi 8,05% seiring dengansifatnya yang mengambang atau meningkat seiring dengan naiknya suku bunga acuan.

Selain kupon yang tinggi, penjualan SBR004 juga lebih baik sebab masa penawarannya lebih panjang. Masa penawaran SBR003 lalu hanya 2 pekan, sedangkan SBR004 mencapai 4 pekan. Rendahnya periode penawaran merupakan salah satu kritik yang disampaikan pasar terhadap SBR003 lalu.

Seperti diketahui, SBR003 merupakan instrumen SUN ritel pertama yang dipasarkan secara daring. Pemerintah melibatkan 9 mitra distribusi untuk SBR003, sedangkan SBR004 saat ini lebih tinggi yakni 11 mitra. Investree sebagai startup teknologi finansial ditunjuk sebagai salah satu mitra.

Adrian masih enggan mengungkapkan realisasi pemasaran yang berhasil dibukukan Investree. Meski demikian, dirinya memastikan nilainya sudah lebih tinggi dibandingkan yang diperoleh pada SBR003 lalu.

“Penjualan kami yang pasti sudah di atas SBR003. Pada SBR003 pemasaran kami di angka Rp15 miliar. Rata-rata investasi adalah sebesar Rp2 juta dengan kelompok umum milenial usia 21 tahun hingga 35 tahun,” katanya, Rabu (29/8).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup