Pasar Saham China Kian Tertekan

Pelemahan bursa saham China berlanjut pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Kamis (30/8/2018), seiring dengan berlanjutnya kekhawatiran seputar kesehatan ekonomi Negeri Tirai Bambu di tengah perselisihan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 Agustus 2018  |  16:47 WIB
Pasar Saham China Kian Tertekan
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan bursa saham China berlanjut pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Kamis (30/8/2018), seiring dengan berlanjutnya kekhawatiran seputar kesehatan ekonomi Negeri Tirai Bambu di tengah perselisihan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

Indeks Shanghai Composite ditutup melorot 1,14% atau 31,56 poin di level 2.737,274 setelah berakhir turun 0,31% atau 8,69 poin di posisi 2.769,29 pada perdagangan Rabu (29/8).

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir melemah 1,05% atau 35,48 poin di level 3.351,09, setelah ditutup turun 0,40% di level 3.386,57 kemarin.

Jajak pendapat Reuters menunjukkan, aktivitas di sektor pabrik besar China kemungkinan melambat untuk bulan ketiga berturut-turut pada Agustus.

Hal ini dikarenakan permintaan domestik yang tetap lemah berikut meningkatnya ketidakpastian yang dihadapi eksportir dari eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

“Investor relatif pesimistis dan berhati-hati untuk saat ini di tengah rendahnya tingkat volume perdagangan, karena masih ada kekhawatiran seputar perkembangan perselisihan perdagangan China-AS,” kata Yan Kaiwen, seorang analis dari China Fortune Securities, seperti dikutip Reuters.

Kementerian perdagangan China hari ini menyatakan bahwa isu-isu perdagangan dengan AS hanya dapat diselesaikan melalui perundingan yang setara.

Sementara itu, kekhawatiran meningkat di Beijing bahwa tarif impor yang diberlakukan Trump adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk menggagalkan kebangkitan China sebagai kekuatan global.

Perang dagang AS-China akan meningkat lebih lanjut setelah pemerintah kedua negara gagal membuat kemajuan dalam perundingannya pekan lalu.

AS telah mengenakan tarif impor terhadap barang dari China senilai US$50 miliar sejauh ini, disusul dengan rencana tambahan tarif terhadap barang lainnya senilai US$200 miliar China telah membalas dengan tarif yang sama, dan menjanjikan tindakan lebih lanjut.

Saham dengan persentase pelemahan terbesar pada indeks Shanghai hari ini adalah Xinjiang Tianye Co Ltd (-9,98%), diikuti Shenzhen Hopewind Electric Co Ltd (-9,81%), dan Linewell Software Co Ltd (-8,9%).

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir dan berakhir melemah 0,89% atau 252,39 poin di level 28.164,05, di tengah kekhawatiran seputar pertumbuhan China dan perang dagang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top