Reli Kenaikan Saham WIKA Tersendat

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengakhiri pergerakan saham sore ini dengan menunjukkan pelemahan 40 poin atau 2,43% ke level Rp1.605. Penurunan tersebut menunda reli kenaikan saham yang selama 3 hari berturut-turut ditutup pada zona hijau. Penguatan pada dollar AS terhadap nilai tukar rupiah memengaruhi kinerja perseroan.
Purnama Syukri Hadi
Purnama Syukri Hadi - Bisnis.com 30 Agustus 2018  |  20:21 WIB
Reli Kenaikan Saham WIKA Tersendat
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengakhiri pergerakan saham sore ini dengan menunjukkan pelemahan 40 poin atau 2,43% ke level Rp1.605. Penurunan tersebut menunda reli kenaikan saham yang selama 3 hari berturut-turut ditutup pada zona hijau. Penguatan pada dollar AS terhadap nilai tukar rupiah memengaruhi kinerja perseroan.

Walaupun saham berkode WIKA ini menunjukkan pelemahan pada penutupan sore ini, secara year to date saham WIKA menguat 3,55% dan outperformed bila dibandingkan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 4,84% (ytd).

Secara fundamental, perseroan membukukan kinerja yang cukup cemerlang sepanjang semester pertama 2018. Pendapatan bersih perseroan melonjak hingga 36,83% menjadi Rp12,97 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 mencapai Rp9,84 triliun.

Bersamaan dengan itu jumlah beban perusahaan juga mengalami peningkatan 31,52% menjadi Rp401,83 miliar. Meskipun jumlah beban perusahaan mengalami kenaikan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk sebesar 18,66% menjadi Rp517,25 miliar.

Selanjutnya, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi ini telah menandatangani beberapa kontrak baru di luar negeri. Hingga Juli 2018, WIKA mencatatkan kontrak baru di luar negeri mencapai Rp1,6 triliun. Untuk memenuhi target 2018 yang mencapai Rp3,8 triliun, perusahaan harus mengejar kontrak baru senilai Rp2,2 triliun hingga akhir tahun 2018.

Pada 28 Agustus 2018 lalu, WIKA berpeluang memperoleh kontrak baru dari Pemerintah Namibia setelah dilakukan pertemuan untuk membahas kerja sama yang akan dijalankan antara keduanya. Beberapa pekan sebelumnya, perusahaan berpelat merah ini mengabarkan telah memperoleh kontrak baru dengan Pemerintah Republik Nigeria senilai Rp370 miliar berupa proyek renovasi istana kepresidenan Nigeria.

Sementara itu, nilai forward PE ratio saham WIKA sebesar 14,26 kali mencerminkan valuasi saham perusahaan sangat terdiskon. Nilai tersebut underperformed terhadap sektor properti dan realestat dengan forward PE ratio sebesar 48,65 kali.

Secara teknikal, pada indikator pada Relative Strength Index  pergerakan saham WIKA menuju titik netral setelah sebelumnya cenderung menuju overbought (jenuh beli). Pada indikator oscillator memperlihatkan pergerakan saham WIKA hampir menyentuh breakout Fibonacci retracement 61,8% pada level 1.667.

Sumber: Bloomberg

*) Purnama Syukri Hadi, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, wika

Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top