Batu Bara Newcastle Menguat di Hari ke-5

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Oktober 2018 ditutup menguat 0,68% atau 0,75 poin ke level US$111 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  07:48 WIB
Batu Bara Newcastle Menguat di Hari ke-5
Tempat penampungan batu bara. - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di sejumlah bursa komoditas kembali melanjutkan reli penguatannya pada perdagangan kemarin, Selasa (28/8/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Oktober 2018 ditutup menguat 0,68% atau 0,75 poin ke level US$111 per metrik ton.

Harga batu bara Newcastle melanjutkan penguatannya di hari perdagangan kelima berturut-turut setelah pada perdagangan Senin (27/8) ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,92% atau 1 poin di posisi US$110,25.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019 juga ditutup menguat 1,26% atau US$1,20 di level US$96,35 per metrik ton pada Senin (27/8), melanjutkan reli penguatan di hari keempat.

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) melemah menyusul laporan industri yang menunjukkan peningkatan tak terduga dalam jumlah stok.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober ditutup melemah 0,49% di US$68,53 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Selasa (28/8), dengan total volume yang diperdagangkan sekitar 42% di bawah rata-rata 100 hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober ditutup turun 26 sen di level US$75,95 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$7,48 terhadap WTI, rentang terlebar sejak Juni.

Dilansir dari Bloomberg, American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan ekspansi pada persediaan minyak, bensin, dan minyak sulingan domestik pekan lalu, meskipun para analis mengantisipasi yang sebaliknya.

Gambaran suplai dapat tumbuh lebih bearish saat para penyuling memulai proses pemeliharaan musiman, sehingga menurunkan permintaan untuk minyak karena peralatan pembuatan bahan bakar dimatikan.

 “Hal itu jelas menunjukkan kemungkinan pasokan global yang lebih tinggi,” kata Kyle Cooper, seorang konsultan di ION Energy, seperti dikutip Bloomberg. “Pedagang akan menantikan untuk melihat apakah perhitungan EIA mengonfirmasikan tren dalam laporan mingguannya pada hari ini.”

Pergerakan harga batu bara kontrak September 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

28 Agustus

111

(+0,68%)

27 Agustus

110,25

(+0,92%)

24 Agustus

109,25

(+0,41%)

23 Agustus

108,80

(+0,05%)

22 Agustus

108,75

(+0,18%)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup