19 Perusahaan Antre IPO

Antrean perusahaan yang akan menjadi penghuni baru Bursa Efek Indonesia (BEI) kian panjang seiring dengan mulai berangsur pulihnya pasar modal Indonesia
Tegar Arief | 29 Agustus 2018 20:27 WIB
Karyawan melakukan swafoto di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Antrean perusahaan yang akan menjadi penghuni baru Bursa Efek Indonesia (BEI) kian panjang seiring dengan mulai berangsur pulihnya pasar modal Indonesia.

 Per 29 Agustus 2018, jumlah perusahaan yang masuk dalam pipeline BEI mencapai 19 perusahaan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan posisi per awal bulan ini. Saat itu, daftar antrean perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham sekitar 15 perusahaan.

 "Per hari ini dalam pipeline ada 19 perusahaan yang akan IPO. Ada tambahan empat perusahaan baru yang masuk ke daftar kami," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Nyoman Yetna, Rabu (29/8).

Keempat perusahaan itu adalah PT Kagum Jaya Sakti, PT HK Metals Utama, PT Cahayaputra Asa Keramik, dan PT Oto Trans Indo. Adapun, PT Kagum Jaya Sakti bergerak di sektor properti, sedangkan PT HK Metals Utama bergerak di sektor perdagangan, jasa, pembangunan, dan industri khususnya barang metal, baja, dan holo besi. Sementara itu, PT Oto Trans Indo merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pengangkutan, perdagangan, dan jasa.

Menurutnya, Kagum Jaya Sakti akan menggunakan laporan keuangan per Oktober 2017, sedangkan HK Metals Utama menggunakan laporan kinerja keuangan per Maret 2018. Kemudian, dua perusahaan lainnya akan menggunakan laporan keuangan yang berakhir pada Mei 2018.

"Dari perusahaan itu beberapa sudah melakukan mini expose ke kami. Namun, ada yang belum dan dijadwalkan pekan ini akan dilaksanakan," imbuh Nyoman.

Salah satu perusahaan yang baru saja melakukan mini expose adalah PT Cahayaputra Asa Keramik. Perseroan akan melepas 25% saham kepada publik lewat IPO. Penawaran umum dijadwalkan dilakukan pada September 2018.

 Direktur PT Cahayaputra Asa Keramik Johan Silitonga mengatakan bahwa perseroan membutuhkan dana besar unntuk pembayaran utang. Rencananya, 50% dari dana yang diperoleh akan digunakan untuk refinancing.

 "Nilai yang kami incar berapa, itu masih dalam proses penghitungan. Yang jelas dananya 50% akan digunakan untuk bayar utang dan sisanya untuk penambahan mesin dan ekspansi," katanya, di Gedung BEI, Rabu (29/8).

 

Tag : bei, ipo
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top