Mayoritas Indeks Asia Menguat, IHSG Lanjutkan Reli

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang relinya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (29/8/2018), sejalan dengan penguatan mayoritas indeks saham di Asia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  17:46 WIB
Mayoritas Indeks Asia Menguat, IHSG Lanjutkan Reli
Karyawan melakukan swafoto di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang relinya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (29/8/2018), sejalan dengan penguatan mayoritas indeks saham di Asia.

IHSG ditutup menguat 0,37% atau 22,50 poin di level 6.065,15, setelah berakhir naik 0,28% atau 16,68 poin di posisi 6.042,65 pada perdagangan Selasa (28/8).

Padahal, indeks sempat melemah hingga menyentuh level 6.003 setelah tergelincir ke zona merah dengan dibuka turun 0,28% atau 17,05 poin di level 6.025,60 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 6.003,49 – 6.065,15.

Sektor pertanian (+2,26%) dan aneka industri (+1,35%) memimpin penguatan tujuh dari sembilan sektor pada IHSG. Adapun sektor finansial dan industri dasar masing-masing berakhir turun 0,47% dan 0,01%.

Dari 600 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 158 saham menguat, 190 saham melemah, dan 252 saham stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing naik 3,51% dan 1,70% menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 kembali berakhir positif dan menguat 0,46% atau 2,46 poin di level 534,44, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,48% atau 2,57 poin di posisi 529,41. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks Bisnis 27 bergerak pada level 527,26-534,69.

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara bergerak variatif dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,11%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,34%), indeks SE Thailand (+0,24%), dan indeks PSEi Filipina (-0,17%).

Di Jepang, indeks Topix dan Nikkei 225 masing-masing berakhir naik 0,46% dan 0,15%.  Indeks Kospi Korsel naik 0,26%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,23%. Di sisi lain, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China melemah untuk hari kedua.

Dilansir dari Bloomberg, mayoritas indeks saham di Asia menguat saat investor mencermati kabar perkembangan terbaru tentang kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS).

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% ke level 166,81 pada pukul 4.17 sore waktu Hong Kong, kenaikan untuk sesi perdagangan keempat.

Surat kabar Kanada Globe and Mail melaporkan bahwa Kanada siap membuat konsesi kepada pemerintahan Presiden Donald Trump atas pasar produk susu negara tersebut sebagai imbalan kompromi di area lain.

"Euforia awal dari perjanjian AS-Meksiko mereda di AS saat kontemplasi atas partisipasi Kanada terlihat,” ujar Jingyi Pan, pakar strategi di IG Asia Pte. dalam risetnya.

“Pasar juga tampaknya menggunakan ‘kemenangan’ kesepakatan dengan Meksiko untuk memproyeksikan bagaimana pemerintahan AS kemungkinan akan tetap bersikukuh juga dalam urusan dengan China yang bisa mengundang lebih ketegangan lebih lanjut di masa mendatang.”

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+3,51

ASII

+1,70

LPPF

+12,69

ICBP

+2,32

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBRI

-1,20

BBCA

-0,70

TCPI

-8,99

GGRM

-1,05

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup