PP Properti (PPRO) Targetkan Marketing Sales 2019 Tumbuh Hingga 30%

Emiten properti PT PP Properti Tbk. memproyeksikan pada tahun 2019  perseroan dapat meningkatan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar 20% hingga 30% dibandingkan proyeksi capaian hingga akhir tahun ini Rp3,8 triliun.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  20:40 WIB
PP Properti (PPRO) Targetkan Marketing Sales 2019 Tumbuh Hingga 30%
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat memaparkan kinerja perseroan, di Jakarta, Selasa (25/7). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT PP Properti Tbk. memproyeksikan pada tahun 2019  perseroan dapat meningkatan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar 20% hingga 30% dibandingkan proyeksi capaian hingga akhir tahun ini Rp3,8 triliun.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PP Properti, mengatakan bahwa sepanjang tahun 2018, perseroan cukup optimistis mampu membukukan peningkatan pendapatan antara 15% hingga 17% dibandingkan capaian sepanjang 2017 lalu.

Sementara itu, laba bersih diproyeksikan akan meningkat antara 15% hingga 20% dibandingkan capaian pada 2017 lalu.

Adapun, target marketing sales Rp3,8 triliun tahun ini mencerminkan tingkat pertumbuhan 27% dibandingkan dengan capaian 2017 lalu yang sebesar Rp3,01 triliun. Taufik meyakini target Rp3,8 triliun tahun ini bahkan akan terlampaui.

Taufik mengatakan, perseroan optimistis tingkat pertumbuhan yang dicapai pada tahun ini akan berlanjut juga tahun depan. Pasalnya, inovasi yang dilakukan perseroan selama ini terbukti cukup sukses untuk menarik minat konsumen. Perseroan membuat produk secara tematik dan menyasar pangsa pasar mahasiswa yang di lokasi-lokasi strategis dekat kampus.

“Kami tidak cuma mengutamakan kepuasan pelanggan, tetapi kami sampai pada tingkatan memanjakan pelanggan. Produk-produk baru PPRO itu biasanya selalu ditunggu,” katanya, Rabu (29/8/2018).

Taufik mengatakan, perseroan sudah memiliki pengalaman melewati tahun pemilu, dan terbukti penjualan perseroan tidak banyak terpengaruh. Oleh karena itu, dirinya optimsistis tahun depan pun kinerja perseroan akan tetap stabil.

Dengan estimasi capaian marketing sales tahun ini Rp3,8 triliun, maka marketing sales emiten dengan kode saham PPRO ini tahun depan akan berkisar antara Rp4,5 triliun hingga Rp5 triliun.

Sementara itu, tingginya marketing sales tahun ini akan menjadi pendapatan pada tahun depan, sehingga tentu pendapatan dan laba pun akan turut meningkat signifikan.

“Kita optimis melihat land bank sudah kita miliki, pelanggan juga sudah sangat mengerti PPRO, kita bisa optimis pendapatan top line 2019 akan tumbuh 20% - 25%, laba bersih tumbuh sekitar 15% - 20%,” katanya.

Indaryanto mengatakan, optimisme terhadap peningkatan kinerja tahun depan ditopang juga oleh pelonggaran kebijakan loan to value (LTV) dari Bank Indonesia. Kini, pembeli properti dapat membeli unit-unit propert dengan uang muka ringan, bahkan hanya antara 1% - 5 % dari total nilai properti.

Selain itu, konsumen juga bisa membeli lebih banyak properti dengan menggunakan skema KPR, yakni hingga 5 ruah, tidak lagi dibatasi hanya pada rumah pertama dan kedua.

Bagi pengembang, proses pencairan dana KPR konsumen kepada pengembangan juga akan lebih cepat sehingga pengembangan memiliki kelonggaran likuiditas untuk menjalankan bisnisnya. Pada akhirnya, stimulus ini akan mendongkrak kinerja penjualan perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt pp properti

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top