Rekomendasi IHSG: Investor Disarankan Profit Taking

Peningkatan IHSG yang terjadi sepanjang sepekan terakhir memberikan indikasi akan adanya potensi koreksi wajar. Oleh karena itu, investor disarankan untuk mulai merealisasikan keuntungannya atau profit taking.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  09:51 WIB
Rekomendasi IHSG: Investor Disarankan Profit Taking
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Peningkatan IHSG yang terjadi sepanjang sepekan terakhir memberikan indikasi akan adanya potensi koreksi wajar. Oleh karena itu, investor disarankan untuk mulai merealisasikan keuntungannya atau profit taking.

Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Capital, mengatakan bahwa sepanjang sepekan terakhir investor asing cukup konsisten masuk ke pasar domestik. Secara akumulasi, nilainya sudah mencapai sekitar Rp2,2 triliun.

Masuknya asing yang tinggi ini membuat investor domestik juga cukup percaya diri untuk masuk ke pasar, sehingga di awal pekan ini IHSG berhasil kembali menembus level psikologisnya di 6.000.

Meski begitu, Alfred menilai setelah menembus 6.000, cukup sulit bagi IHSG untuk bisa menembus level psikologis berikutnya yakni 6.100. Pasalnya, selama pergerakan IHSG dari 5.700 hingga 6.000 di awal pekan ini, belum ada perubahan fundamental dari dalam negeri yang menjadi penopangnya.

“Sehingga walaupun IHSG sudah sampai 6.000 dan asing agresif beli, tetapi karena dari sisi makro belum ada perubahan signifikan, maka bayang-bayang dari angka CAD yang tinggi dan defisit perdagangna masih kuat,” katanya, Selasa (28/8/2018).

Alfred mengatakan, bila rilis pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat cukup kuat, kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed dua kali lagi tahun ini menjadi semakin besar. Akan sulit bagi rupiah untuk tidak tertekan dan Bank Indonesia unuk tidak kembali naikkan suku bunga, sehingga sulit pula bagi pasar untuk melanjutkan penguatan.

“Resistance saat ini menurut kami di posisi 6.120, sedangkan support jangka pendek di level psikologisnya yakni 6.000. Kalau melihat sepekan ini, level support akan ada di 5.927,” katanya.

Alfred mengatakan, akan sulit bagi IHSG untuk bisa menembus 6.100. Oleh karena itu, dirinya menyarankan trader untuk profit taking.

Thendra Crisnanda, Head of Instititional Research MNC Sekuritas, mengatakan bahwa faktor penopang perbaikan kinerja IHSG di awal pekan ini adalah meredanya isu perang dagang dan krisis Turki, serta membaiknya ekonomi pada kuartal II/2018 yang di luar ekspektasi.

Dirinya berharap momentum pemulihan ini dapat berlanjut di semester kedua 2018 ditopang oleh pemulihan daya beli dan tingginya kebijakan sosial pemerintah.

Meskipun demikian, Thendra menilai terdapat potensi koreksi wajar terhadap IHSG saat ini mengingat rally yang terjadi sudah berlangsung selama satu minggu terakhir.

“Sebaiknya investor dapat mengambil strategi profit taking pada saham-saham bluechip saat ini,” katanya.

Saham-saham yang paling direkomendasikan saat ini menurutnya adalah BBRI, TLKM, UNVR, dan AALI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top