Mirae Asset Sekuritas: SUN Berpotensi Menguat Disokong Sentimen Kesepakatan Dagang AS-Meksiko  

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan yield Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan Selasa (28/8/2018) akan bervariasi (harga SUN bervariasi) dengan kecenderungan menguat terbatas didorong oleh sentimen dari kesepakatan dagang antara AS dengan Meksiko dan lelang SUN.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 28 Agustus 2018  |  09:25 WIB
Mirae Asset Sekuritas: SUN Berpotensi Menguat Disokong Sentimen Kesepakatan Dagang AS-Meksiko  
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas memperkirakan yield Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan Selasa (28/8/2018) akan bervariasi (harga SUN bervariasi) dengan kecenderungan menguat terbatas didorong oleh sentimen dari kesepakatan dagang antara AS dengan Meksiko dan lelang SUN.

AS dan Meksiko akhirnya sepakat merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North America Free Trade Agreement/NAFTA) setelah sempat berlarut-larut. Kedua negara sepakat meningkatkan konten otomotif regional menjadi 75% dari saat ini yang sebesar 62,5%. 

Persyaratan itu berpotensi menggeser manufaktur sejumlah suku cadang mobil ke Meksiko dari China dan memindahkan sebagian produksi kembali ke AS dari Meksiko.

Sementara itu, hari ini pemerintah akan melelang SUN seri SPN03181129, SPN12190829, FR0063, FR0064, FR0065, dan FR0075. Tingkat kupon untuk empat seri terakhir masing-masing 5,625%, 6,125%, 6,625%, dan 7,5%.

Target indikatifnya Rp10 triliun dan target maksimalnya Rp20 triliun. 

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Dhian Karyantono mengatakan berdasarkan kondisi harga terkini, proyeksi rentang pergerakan harga dan yield seri-seri acuan SUN hari ini adalah [harga (yield)]:
 
FR0063 (15 Mei 2023):  91,60 (7,78%) -  92,25  (7,61%)
FR0064 (15 Mei 2028):  87,85 (7,94%) -  88,60  (7,82%)
FR0065 (15 Mei 2033):  88,00 (8,03%) -  88,50  (7,96%)
FR0075 (15 Mei 2038):  91,75 (8,37%) -  92,25  (8,30%).
 
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan menguat terbatas pada rentang Rp14.565-Rp14.625.
 
Sementara itu, pada perdagangan Senin (27/8), harga SUN secara umum meningkat.
 
Pada perdagangan di pasar sekunder, SUN tenor menengah dan panjang mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 18,91 bps dan 63,14 bps. Namun, SUN tenor pendek cenderung menurun dengan rata-rata penurunan harga sebesar 9,34 bps. 
 
Kenaikan harga secara umum pada perdagangan terakhir didorong oleh apresiasi terbatas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 0,1%  ke level Rp14.625 dibandingkan dengan akhir pekan lalu. Hal ini terutama didorong oleh pernyataan cenderung dovish dari Gubernur The Fed Jerome Powell beberapa hari lalu.
 
"Sementara itu, kenaikan harga SUN kemarin yang sebagian besar terjadi pada tenor menengah dan panjang menurut kami didorong oleh harga kemarin yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan harga wajarnya (fair value). Sebaliknya, untuk harga SUN tenor pendek pada perdagangan terakhir cenderung di atas harga wajarnya seiring dengan tren kenaikan BI-7DRRR sehingga mendorong kenaikan yield SUN tenor pendek," paparnya dalam riset harian, Selasa (28/8/2018).

BI-7DRRR adalah suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), BI-7 Days (Reverse) Repo Rate.

BI telah mengerek BI-7DRR sejak Mei 2018 ketika menaikkan suku bunga acuan tersebut dari posisi 4,25% menjadi 4,5%. Saat ini, BI-7DRRR sudah berada di level 5,5%. 
 
Dhian menuturkan hal tersebut juga tercermin dari dominasi SUN tenor menengah dan panjang berdasarkan frekuensi perdagangan di pasar sekunder pada perdagangan Senin (27/8).
 
Sementara itu, pada perdagangan terakhir di pasar sekunder, nominal dan frekuensi transaksi obligasi pemerintah cenderung lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang utamanya didorong oleh sentimen jelang lelang SUN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top