BANDARA KEDIRI: Tahap Awal, Gudang Garam (GGRM) Kucurkan Rp1 Triliun

PT Gudang Garam Tbk. telah mengucurkan dana senilai Rp1 triliun untuk tahap awal pembangunan bandara di Kediri, Jawa Timur. Dana tersebut dikeluarkan untuk kebutuhan pembebasan lahan dan keperluan lainnya.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 28 Agustus 2018  |  18:23 WIB
BANDARA KEDIRI: Tahap Awal, Gudang Garam (GGRM) Kucurkan Rp1 Triliun
Pengendara sepeda motor melintas di depan area Helipad Surya Air milik PT. Gudang Garam di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (17/3). Perusahaan rokok tersebut berencana membangun bandara komersil di wilayah Kediri dengan panjang runway 2.300 meter untuk penerbangan pesawat jenis boeing airbus berpenumpang 128-130 orang. - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Gudang Garam Tbk. telah mengucurkan dana senilai Rp1 triliun untuk tahap awal pembangunan bandara di Kediri, Jawa Timur. Dana tersebut dikeluarkan untuk kebutuhan pembebasan lahan dan keperluan lainnya.

Pengerjaan bandara itu dilakukan pada tahun ini dengan masa penyelesaian diprediksi mencapai lebih dari 2 tahun. Adapun sumber pendanaan pembangunan bandara tersebut berasal dari arus kas operasional yang dihasilkan perusahaan setiap tahun.

"Dana yang sudah kami keluarkan belum terlalu besar, baru sekitar Rp1 triliun. Untuk total kebutuhannya berapa yang jelas di atas Rp1 triliun dan kurang dari Rp10 triliun," kata Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata Taswin Siddharta di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/8/2018).

Emiten bersandi saham GGRM tersebut belum memiliki pengalaman untuk mendirikan infrastruktur dengan kapasitas besar, termasuk bandara. Dengan demikian, Istata belum bisa memastikan berapa pastinya dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.

Dia menambahkan, selama ini pemerintah telah memberikan dukungan penuh kepada perseroan untuk mendirikan bandara di Kediri itu. Hal itu dibuktikan dengan masuknya fasilitas transportasi itu ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Pemerintah mendukung penuh dengan segala kendala yang ada. Meskipun masuk PSN bukan berarti akan beres, masih ada kendala yang tidak bisa kami sebutkan di sini," imbuhnya.

Terkait dengan pendanaan, kata Istata, perseroan memiliki kemampuan untuk membiayai proyek tersebut. Namun tidak tertutup kemungkinan jika nantinya perseroan melakukan upaya lain untuk menghimpun dana, seperti fund rising maupun menggandeng pihak lain.

Dari catatan Bisnis.com, GGRM akan membangun bandara dengan kapasitas internasional dan domestik di Kediri. Tahap awal akan dikembangkan terminal internasional dan domestik dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Pengerjaan landasan pacu dan terminal diperkirakan tuntas pada 2020.

Direktur dan Corporate Secretary Gudang Garam Heru Budiman mengatakan, dampak pembangunan bandara terhadap kinerja keuangan perseroan tidak signifikan. Pasalnya, pendanaan akan dikeluarkan secara bertahap setiap tahun sampai selesainya pembangunan.

Dalam jangka waktu pendek dan menengah, perseroan juga belum mengharapkan adanya arus kas positif yang signifikan dari pengoperasian bandara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gudang garam

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top