Surya Semesta Internusa (SSIA) Sudah Akuisisi 1.000 Hektare Lahan di Subang

Emiten pengembang kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. sudah berhasil mengakuisisi lahan di Subang, Jawa Barat, seluas 1.000 hektare hingga akhir Agustus 2018, atau bertambah 150 hektare dari capaian hingga akhir 2017 seluas 850 hektare.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 28 Agustus 2018  |  13:18 WIB
Surya Semesta Internusa (SSIA) Sudah Akuisisi 1.000 Hektare Lahan di Subang
Surya Semesta Internusa - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengembang kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. sudah berhasil mengakuisisi lahan di Subang, Jawa Barat, seluas 1.000 hektare hingga akhir Agustus 2018, atau bertambah 150 hektare dari capaian hingga akhir 2017 seluas 850 hektare.

Erlin Budiman, Head of Investor Relation Surya Semesta Internusa, mengatakan bahwa perseroan masih mempertahankan target akuisisi lahan di Subang tahun ini seluas 260 hektare. Perseroan sudah mengucurkan belanja modal Rp265 miliar yang sebagian besar untuk akuisisi lahan di Subang.

Emiten dengan kode saham SSIA ini menganggarkan belanja modal senilai Rp750 miliar hingga R800 miliar tahun ini. Artinya, perseroan masih memiliki kecukupan dana untuk melanjutkan akuisisi tahun ini.

“Subang saat ini sudah berhasil kami akuisisi 1.000 hektare. Masih sama targetnya seperti awal tahun ini, yakni 260 hektare,” katanya, Selasa (28/8/2018).

Erlin mengatakan, perseroan berencana mulai membangun infrastruktur dasar di Subang mulai akhir tahun ini atau awal tahun depan. Dananya menggunakan sisa alokasi belanja modal yang belum terserap.

Pada tahap awal, perseroan akan membangun kawasan yang berada di sisi selatan yang dekat dari jalan tol Cikopo – Palimanan seluas 300 hektare. Saat ini, perseroan baru mengakuisisi 265 hektare di wilayah tersebut, sehingga perseroan masih akan berkonsentrasi untuk menuntaskan pembebasan lahan di area tersebut tahun ini.

Emiten dengan kode saham SSIA ini sudah mengantongi komitmen pinjaman dari International Finance Corporation senilai US$100 juta pada awal bulan ini. Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengembangan kawasan industri Subang, termasuk pengembangan tahap pertama di sisi selatan tersebut.

Total area yang akan diakuisisi dan dikembangkan sebagai lahan industri dan properti di Subang akan mencapai 2.000 hektare. Kawasan ini akan sangat strategis sebab berlokasi dekat dari dua proyek infrastruktur strategis, yakni bandara internasional Kertajati dan pelabuhan laut dalam Patimban.

The Jok Tung, Direktur Surya Semesta Internusa, mengatakan bahwa saat ini perseroan belum mencairkan dana pinjaman tersebut, sebab pembangunan infrastruktur belum dilakukan. Dana tersebut bisa dicairkan dalam 2 tahun ke depan, dengan tenor pinjaman 8 tahun dan bunga LIBOR + 2,75%.

Pinjaman jangka panjang dengan bunga kompetitif tersebut menguntungkan perseroan yang memiliki karakter bisnis jangka panjang.

Pinjaman dari IFC ini merupakan bentuk pinjaman dengan prinsip hijau atau ramah lingkungan. Artinya, dana yang dipinjamkan harus digunakan untuk pengembangan kawasan yang berwawasan lingkungan dengan standar yang ketat.

Kawasan industri di Subang nantinya akan diarahkan menjadi sebuah kota industri cerdas dan berkelanjutan. Inovasi hijau akan mencakup gedung hijau (green building), transportasi listrik, panel surya, dan teknologi efisiensi air dan tenaga listrik.

Kawasan industri ini akan menjadi kawasan industri pertama di Indonesia yang mempromosikan standar hijau secara total, di mana SSIA dan pabrik-pabrik yang ada di dalamnya berusaha mencapai penghematan setidaknya 20% untuk daya listrik, air, dan material dibandingkan dengan pembangunan serupa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surya semesta internusa

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top