Sri Rejeki Isman (SRIL) Bidik Porsi Ekspor Tembus 60%  

Sri Rejeki Isman Tbk. menargetkan porsi ekspor pada tahun ini mencapai 60% dari total penjualan.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 28 Agustus 2018  |  00:23 WIB
Sri Rejeki Isman (SRIL) Bidik Porsi Ekspor Tembus 60%  
CEO PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto memberikan sambutan, seusai meraih penghargaan Best CEO 2018 dalam acara Bisnis Indonesia Award 2018 bertema Excellent Growth, di Jakarta, Senin (7/5/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sri Rejeki Isman Tbk. menargetkan porsi ekspor pada tahun ini mencapai 60% dari total penjualan.

Pada tahun lalu, porsi ekspor perseroan terhadap total pendapatan sekitar 54%. Untuk merealisasikan target 60%, emiten bersandi saham SRIL itu akan memfokuskan ekspor ke kawasan Asia, di antaranya Malaysia, Korea Selatan, China, Jepang, dan kawasan di Timur Tengah.

"Kami fokus ke Asia karena kawasan ini lebih stabil dibandingkan dengan kawasan lain. Jadi porsi kami tahun ini ke Asia ditargetkan juga meningkat," kata Welly Salam, Corporate Secretary PT Sri Rejeki Isman Tbk. di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/8/2018).

Dia menjelaskan, awalnya perseroan memaksimalkan ekspor ke dua kawasan, yakni Amerika Serikat dan Eropa. Namun, saat terjadi krisis pada 2008, kedua kawasan itu terkena dampak. Alhasil konsumen meminta potongan harga kepada perseroan. Pemberian potongan harga ini berdampak pada kinerja keuangan SRIL.

Setelah kejadian itu, perlahan perseroan melakukan pengaturan ulang distribusi produknya di luar negeri. Asia dipilih karena dinilai lebih stabil dan tahan terhadap guncangan global. Saat ini, porsi ekspor SRIL ke Eropa dan AS masing-masing sebesar 12% hingga 15%.

Adapun, mayoritas produk yang diekspor ke kawasan Asia adalah benang. Welly menambahkan, Jepang, Korea Selatan, dan China merupakan tujuan ekspor utama produk benang. Untuk ekspor kain mentah ditujukan untuk Timur Tengah.

"Timur tengah mengolah sendiri sehingga mereka hanya impor kain mentah. Sedangkan kain jadi kebanyakan di kawasan Eropa dan AS," imbuhnya.

Sementara itu, SRIL mencatatkan laba bersih senilai US$56,3 juta pada paruh pertama tahun ini. Angka tersebut naik sebesar 67,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Penjualan perseroan juga mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan. Selama semester pertama tahun ini, total penjualan kotor SRIL mencapai US$544 juta, naik sebesar 35,6% dibandingkan semester pertama tahun lalu.

"Melihat capaian itu kami optimistis target kenaikan penjualan di kisaran 35%-40% dan laba bersih sebesar 20%-25% bisa tercapai pada tahun ini."

Untuk merealisasikan target tersebut, sejumlah strategi telah disiapkan. SRIL akan melakukan normalisasi kapasitas produksi yang baru, serta melakukan efisiensi produksi dan operasional untuk merealisasikan target itu. 

Selain itu, SRIL juga akan melakukan inovasi pengembangan produki yang bernilai tambah tinggi, dan pengembangan serta peningkatan sumber daya manusia, dan memperkuat struktur modal dan likuiditas, dan juga akan meningkatkan pangsa pasar dan skala ekonomi melalui peluang dalam akuisisi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sri rejeki isman

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top