Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kiwoom Sekuritas: Perang Dagang Jadi Sentimen Negatif IHSG

Perang dagang antara China dan Amerika yang masih terus berlanjut yang kini tengah memasuki babak baru akan menjadi sentimen negatif bagi perdagangan di bursa saham hari ini, Jumat (24/8/2018).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 24 Agustus 2018  |  09:02 WIB
Karyawan melakukan swafoto di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan melakukan swafoto di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Perang dagang antara China dan Amerika yang masih terus berlanjut dan memasuki babak baru akan menjadi sentimen negatif bagi perdagangan di bursa saham hari ini, Jumat (24/8/2018).

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa sentimen perang dagang masih berlanjut dan justru masuk ke babak baru, meskipun saat ini mereka tengah berdiskusi mengenai perdagangan.

 Amerika mulai menerapkan kebijakan tarif impor sebesar 25% atas produk China senilai US$16 miliar. China pun diprediksi akan melakukan hal yang sama kepada Amerika terkait hal ini.

Langkah selanjutnya adalah Amerika akan kembali mengenakan tarif impor atas barang barang dari China senilai lebih dari US$500 miliar.

Menurutnya, hal seperti ini akan menjadi sentimen negative pada pergerakan pasar hari ini.

"Namun pertanyaan sesungguhnya adalah, dimana ujung dari permasalahan ini? Kami melihat bahwa setiap US$100 miliar impor yang terkena tarif, berpotensi mengurangi perdagangan global senilai 0,5%," katanya dalam riset harian, Jumat (24/8/2018).

Beralih dari sana, postur RAPBN 2019 yang lebih kredibel memberikan kepercayaan yang positif terhadap pasar untuk tahun depan, infrastruktur akan menjadi pilihan.

Menurutnya, dengan alokasi dana Rp420 triliun, pemerintah terus berfokus untuk mengembangkan infrastruktur.

"Secara teknikal hari indeks IHSG diprediksi menguat dengan support dan resistance di level 5.947-6.004," katanya.

Kemarin indeks IHSG ditutup menguat, indeks naik (+0,65%) menjadi 5.982. Sektor yang menguat terbesar pada sektor keuangan (+2,10%) dan industri dasar (+1,49%), sedangkan yang mengalami penuruan terbesar pada sektor infrastruktur (-1,36%) dan pertambangan (-0,70%).

Sementara itu, investor asing mencatatkan net buy di semua perdagangan saham sebesar Rp552,33 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top