Rekomendasi Obligasi: Penguatan Masih Dibayangi Keraguan Pasar

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa hari ini, Kamis (23/8/2018) pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 23 Agustus 2018  |  07:54 WIB
Rekomendasi Obligasi: Penguatan Masih Dibayangi Keraguan Pasar
Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa hari ini, Kamis (23/8/2018) pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas.

Maximilianus Nico Demus Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan keterbatasan ini masih datang dari keraguan para pelaku pasar dan investor akan pasar obligasi yang masih akan mengalami tekanan, khususnya bulan depan terkait dengan kenaikkan Fed Rate.

Berbicara mengenai Fed Rate, risalah yang telah keluar kemarin juga menginformasikan bahwa Bank Sentral siap untuk menaikkan tingkat suku bunga lagi selama ekonomi tetap sehat.

Nico mengatakan, apabila data yang masuk terus mendukung prospek ekonomi, bukan tidak mungkin The Fed akan melakukan peningkatan bertahap kenaikan tingkat suku bunga pada bulan September nanti.

Tentu hal ini juga akan memberikan tekanan kepada penguatan harga obligasi yang saat ini telah mendapatkan momentum penguatan.

"Kami merekomendasikan beli hari ini, dengan volume kecil, kombinasi jangka pendek dan panjang merupakan yang terbaik saat ini," katanya dalam riset harian, Kamis (23/8/2018).

Pada perdagangan Selasa (21/8/2018), total transaksi obligasi turun, tetapi total frekuensi naik dibandingkan hari sebelumnya di tengah pergerakan penguatan harga obligasi.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7 – 10 tahun, diikuti dengan 1 – 3 tahun dan <1 tahun. Pasar obligasi kemarin terlihat mengalami penurunan transaksi mengingat ada libur hari raya, sehingga penguatan menjadi terbatas.

Lelang yang diadakan pemerintah pun berjalan dengan sukses karena total penawaran yang masuk dapat dikatakan cukup baik.

Imbal hasil obligasi Indonesia 10 tahun ditutup menguat di 7,84% dibandingkan hari sebelumnya di 7,87%. Imbal hasil obligasi 20 tahun melemah di 8,36% dibandingkan dengan hari sebelumnya di 8,38%.

Minyak Texas di tutup naik di harga US$68,06 per barel dibandingkan dengan hari sebelumnya US$67,86 per barel. Rupiah di tutup menguat di Rp14.580 dibandingkan dengan hari sebelumnya di RP14.590 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup