IHSG Lanjutkan Penguatan Pascalibur Iduladha

IHSG dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,3% atau 17801 poin ke level 5.962,10 dan masih menguat 0,49% atau 29,30 poin ke level 5.973,60 pada pukul 9.19 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Agustus 2018 10:00 WIB
Pengunjung mengamati papan monitor yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan Kamis (23/8/2018), pascalibur Iduladha.

IHSG dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,3% atau 17,801 poin ke level 5.962,10 dan masih menguat 0,49% atau 29,30 poin ke level 5.973,60 pada pukul 9.19 WIB.

Adapun pada perdagangan sebelum libur Idul Adha, Selasa (21/8), IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,88% atau 52,11 poin ke level 5.944,30.

Sebanyak 138 saham menguat, 61 saham melemah, dan 400 saham stagnan dari 599 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona hijau dengan dorongan terbesar dari sektor finansial yang menguat 0,75%, disusul sektor industri dasar yang menguat 0,65.

Adapun hanya sektor pertanian yang melemah 0,66% yang menjadi sektor penahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa notulensi The Fed kemarin mengindikasikan bahwa Bank Sentral Amerika siap untuk menaikkan tingkat suku bunga lagi selama ekonomi tetap sehat.

Kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang dekat dengan tingkat simetris 2% merupakan tujuan komite untuk jangka menengah. Hal ini akan memberikan efek kepada pergerakan indeks menjadi lebih terbatas, mengingat besar potensi kenaikkan Fed Rate pada bulan depan.

Hanya saja, sikap hawkish The Fed bertentangan dengan Trump yang justru mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap langkah The Fed menaikkan tingkat suku bunga Amerika. Padahal, Powell merupakan orang yang dipilih oleh Trump untuk menggantikan Yellen.

"Secara teknikal hari indeks IHSG diprediksi menguat dengan support dan resistance di level 5.910-5.965," kata Nico dalam riset harian, Kamis (23/8/2018).

Sementara itu, Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang sepakat bahwa IHSG masih berpeluang menguat hari ini, tetapi terbatas.

"Setelah 2 hari dalam minggu ini IHSG menguat lebih 150 poin, penguatan IHSG saya perkirakan berlanjut Kamis (23/8/2018) dalam skala lebih kecil seiring penguatan EIDO, Gold, Oildsn Timah," katanya dalam riset harian, Kamis (23/8/2018).

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis 27 terpantau menguat 0,68% atau 3,55 poin ke level 523,22 pada pukul 9.20 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,47% atau 2,45 poin di posisi 522,12.

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

BMRI

+1,12%

UNVR

+0,94%

UNTR

+1,95%

BBRI

+0,63%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

TCPI

-21,48%

INKP

-1,05%

ITMG

-2,43%

NIKL

-7,42%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top