Laba Bersih PGN Meroket 190% Membukukan Rp2,1 Triliun

Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) membukukan laba bersih senilai US$145,94 juta atau sekitar Rp2,1 triliun. Nilai itu melonjak 190,22% year-on-year (yoy) dari sebelumnya US$50,29 juta.
Hafiyyan | 23 Agustus 2018 20:33 WIB
Logo PGN - repro

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) membukukan laba bersih senilai US$145,94 juta atau sekitar Rp2,1 triliun. Nilai itu melonjak 190,22% year-on-year (yoy) dari sebelumnya US$50,29 juta.

Dalam laporan keuangan per Juni 2018 yang dipublikasikan Selasa (21/8/2018), PGAS atau PGN membukukan pendapatan US$1,62 miliar. Pencapaian itu meningkat 14,95% yoy dari sebelumnya US$1,41 miliar.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menuturkan, pendapatan terutama disumbang bisnis distribusi gas sebesar US$1,27 miliar, naik dari US$1,16 miliar pada semester I/2017. Selanjutnya, penjualan minyak dan gas (migas) berkontribusi US$307,77 juta, meningkat dari sebelumnya US$ 212,23 juta.

“Peningkatan kinerja pada semester I/2018 terjadi seiring dengan penambahan volume distribusi gas sekaligus jumlah pelanggan,” paparnya dalam siaran pers, Selasa (21/8/2018).

Sampai akhir Juni 2018, volume gas yang didistribusikan PGN mencapai 835,56 Billion British Thermal Unit per Day (BBUTD). Jumlah itu meningkat 11,55% yoy dari sebelumnya 749,02 BBUTD.

Volume gas yang ditransportasikan melalui jaringan pipa PGN dan anak usahanya PT Kalimantan Jawa Gas sebanyak 727,4 BBUTD, meningkat sedikit dibandingkan semester I/2017 sebesar 723,BBUTD. 

Rachmat menyebutkan, PGN memiliki beragam segmen pelanggan mulai dari industri, komersial, Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBB), hingga rumah tangga. Jumlah konsumen gas bumi naik 16,96% yoy per Juni 2018 menjadi 203.151 pelanggan dari sebelumnya 173.681 pelanggan.

“Pelanggan PGN tersebar di sejumlah wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan Utara, dan Sorong, Papua,” imbuhnya.

Sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatannya bagi masyarakat.

Sepanjang semester I/2018, perusahaan menyelesaikan pembangunan pipa gas sepanjang 87 km. Total keseluruhan pipa yang dikelola PGN menjadi 7.540 km.

Jika jaringan pipa tersebut ditambah dengan pipa PT Pertagas sepanjang 2.223 km, total panjang pipa PGN mencapai 9.763 km. Jumlah itu setara dengan 96% pipa gas bumi hilir nasional.

PGN juga tengah meneruskan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur. Di antaranya ialah jaringan pipa transmisi Dumai, mengembangkan jaringan pipa distribusi ke wilayah Banten, serta pemasangan infrastruktur gas ke rumah tangga di area Jakarta, Bogor, Bekasi, Palembang, Tangerang, dan Pasuruan.

Di segmen hulu, volume produksi migas naik 5% yoy menjadi 42.104 barrel oil equivalent per day (boepd). Segmen ini berkontribusi 19% terhadap pendapatan per Juni 2018, tetapi menyumbang 44% EBITDA perseroan.

Per Juni 2018, perusahaan menggelontorkan kas untuk investasi sejumlah US$37,57 juta, turun dari sebelumnya US$183,67 juta. Posisi kas per akhir Juni 2018 meningkat menuju US$1,37 miliar dibandingkan US$906,51 juta pada semester I/2017.

Liabilitas anak usaha PT Pertamina (Persero) ini naik menjadi US$3,22 miliar dari akhir 2017 sebesar US$3,11 miliar. Liabilitas jangka pendek meningkat menuju US$557,12 juta dari sebelumnya US$466,66 juta.

Ekuitas perseroan per Juni 2018 tumbuh menuju US$3,25 miliar dari akhir tahun lalu US$3,18 miliar. Total aset pun naik menjadi US$6,47 miliar dari sebelumnya US$6,29 miliar.

Tag : pgn, kinerja emiten
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top