IHSG Ditutup di Zona Hijau, Tujuh Sektor Menguat

IHSG ditutup menguat 0,88% atau 52,11 poin ke level 5.944,30, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,12% atau 7,11 poin di level 5.899,30.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Agustus 2018  |  17:09 WIB
IHSG Ditutup di Zona Hijau, Tujuh Sektor Menguat
Pengunjung melintas di samping papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (21/8/2018), sejalan dengan penguatan di bursa Asia.

IHSG ditutup menguat 0,88% atau 52,11 poin ke level 5.944,30, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,12% atau 7,11 poin di level 5.899,30.

Sepanjang perdagangan di sesi I hari ini, IHSG bergerak pada level 5.899,30-5.953,91.

Adapun pada perdagangan kemarin, Senin (20/8), IHSG ditutup rebound dengan penguatan 1,87% atau 108,39 poin ke level 5.892,19.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 213 saham menguat, 157 saham melemah, dan 229 saham stagnan dari 599 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berada di teritori positif dengan dorongan utama dari sektor industri dasar yang naik 2,54%, disusul sektor konsumer dengan penguatan 2,4%.

Di sisi lain, sektor tambang yang melemah 0,77% dan infrastruktur yang turun 0,14% menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 ditutup menguat 0,97% atau 4,99 poin di level 519,67, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,12% atau 0,61 poin di posisi 515,29.

Pergerakan indeks saham lainnya di Asia Tenggara cenderung mayoritas melemah dengan indeks FTSE Straits Time Singapura turun 0,15%, indeks SE Thailand melemah 0,54%, sedangkan indeks FTSE Malay KLCI menguat 0,59%.

Di Jepang, indeks Topix melemah 0,4% dan indeks Nikkei 225 menguat 0,09%. Sementara itu, indeks Kospi Korsel menguat 0,99%, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,56%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing ditutup menguat 1,31% dan 1,82%.

Secara umum, bursa Asia menguat menyusul adanya harapan China dan Amerika Serikat mengurangi tekanan terhadap perdagangan kedua negara, meskipun komentar dari presiden AS tentang yuan dan kebijakan Federal Reserve membatasi penguatan.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Senin, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa China memanipulasi mata uangnya untuk menutupi keharusan membayar tarif yang dikenakan oleh Washington atas beberapa impor dari China.

Komentar tersebut membuat kekhawatiran perang perdagangan bertahan dan melemahkan beberapa optimisme pasar menjelang pembicaraan perdagangan AS-China mendatang.

Fokus investor saat ini tertuju pada pembicaraan perdagangan tingkat bawah antara Beijing dan Washington. Spekulasi bahwa pembicaraan dapat membantu meredakan ketegangan perdagangan telah menopang pasar saham selama beberapa hari perdagangan terakhir.

Bagaimanapun, optimisme pasar diuji setelah Trump mengatakan dia tidak "mengantisipasi banyak" dari diskusi tersebut.

"Mengingat sedikit kemajuan yang dibuat pada perundingan AS-China dalam enam bulan terakhir, ekspektasi investor masih rendah," tulis Tai Hui, analis pasar global di J.P. Morgan Asset Management, seperti dikutip Reuters.

"Negosiasi berkelanjutan adalah berita baik, dan itulah yang menjadi penggerak pasar pada tahap ini, tetapi kesepakatan berkelanjutan untuk mengakhiri ketegangan ini tampaknya masih tidak mungkin terjadi," lanjutnya.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+4,11

INKP

+5,08

KLBF

+8,64

CPIN

+4,89

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

TLKM

-1,18

BBRI

-0,94

PTBA

-3,29

BMRI

-0,37

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup