Kiwoom Sekuritas: Krisis Turki Masih Bayangi IHSG

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pengaruh pergerakan indeks IHSG hari ini, Selasa (21/8/2018) tampaknya masih terfokus pada kondisi krisis di Turki  dan tarif perang dagang antara AS dan China.
Emanuel B. Caesario | 21 Agustus 2018 08:17 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pengaruh pergerakan indeks IHSG hari ini, Selasa (21/8/2018) tampaknya masih terfokus pada kondisi krisis di Turki  dan tarif perang dagang antara AS dan China.

Maximilianus Nico Demus Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa adanya rencana perundingan kembali antara AS dan China terkait pembahasan perang dagang mendorong indeks global bisa berada di zona hijau.

Selain itu pasar juga menanti rilis notulen pertemuan The Fed pada hari Rabu. Tampaknya hasil notulen tersebut memberikan isyarat bahwa The Fed akan menaikan tingkat suku bunga sebanyak dua kali lagi pada tahun ini, yaitu bulan September dan Desember dengan probabilitas sebesar 100% pada bulan tersebut.

Pekan ini juga ada pertemuan tahunan yang akan dihadiri para Gubernur Bank Sentral khususnya Powell, terkait diskusi mengenai ekonomi dan kebijakan di Jackson Hole, Wyoming.

"Secara teknikal hari indeks IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan support dan resistance di level 5,844-5,929," katanya dalam riset harian, Selasa (21/8/2018).

Kemarin indeks IHSG ditutup naik (+1,87%) menjadi 5.892. Seluruh sektoral Industri mengalami penguatan pada hari ini. Sektor industri yang mengalami kenaikan terbesar pada sektor aneka industri (+3,56%) dan industri dasar (+2,69%).

Sementara itu, investor asing membukukan net sell di semua perdagangan saham sebesar Rp332,67 miliar

Tag : IHSG, turki
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top