Amankan Pasokan, Turki Siap Belanja Gandum di Pasar Global

Lonjakan harga dan pelemahan lira memacu Turki untuk terjun ke pasar internasional agar dapat mengamankan pasokan gandumnya dan menangkal inflasi harga pangan, sebagai bagian dari upaya mengendalikan perekonomian negara.
Mutiara Nabila | 20 Agustus 2018 12:34 WIB
Pertanian gandum di wilayah Uni Eropa. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Lonjakan harga dan pelemahan lira memacu Turki untuk terjun ke pasar internasional agar dapat mengamankan pasokan gandumnya dan menangkal inflasi harga pangan, sebagai bagian dari upaya mengendalikan perekonomian negara.

Turkish Grain Board berencana mengajukan tender internasional untuk membeli gandum. Pembelian tersebut akan segera dilakukan setelah hari libur nasional Bayram di Turki.

Harga patokan gandum di Chicago Board Of Trade (CBOT) melonjak sekitar tiga kali lipat pada tahun ini di tengah kekhawatiran pasokan karena kekeringan dan cuaca ekstrem yang merusak tanaman gandum dari sejumlah negara pengekspor.

Harga gandum CBOT pada penutupan perdagangan Jumat (17/8), naik 17,75 poin atau 3,16% menjadi US$579,75 sen per bushel dan naik 31,26% selama 2018 berjalan. Koreksi harga gandum dalam beberapa pekan terakhir telah memicu sejumlah pengimpor untuk terjun ke pasar internasional.

Pembeli terbesar di dunia, Mesir, mengambil langkah luar biasa, yakni mendorong pembelian dengan membayar dua pengirim sekaligus.

Penggiling tepung di Turki, trader lokal, dan badan gandum Turki melakukan pertemuan pada Rabu (15/8) lalu untuk meninjau situasi pasar terkini. Badan yang dikenal dengan sebutan TMO tersebut belum memutuskan waktu dan jumlah pembelian gandumnya, tetapi masih menjalankan prosedur tender internasional.

Pengimpor gandum dari Turki mendapat tekanan ekstra setelah lira kembali melemah pada perdagangan Jumat (17/8) mendekati rekor terendahnya di hadapan dolar Amerika Serikat karena hubungan dengan Negeri Paman Sam yang semakin memburuk sehingga berimbas pada kekacauan sektor ekonominya.

Turki telah mengambil sejumlah langkah untuk menstabilkan harga-harga komoditas dan mengendalikan inflasi yang menembus dua digit.

Untuk menopang pasokan gandum, Pemerintah Turki mengalokasikan 750.000 ton impor agar tidak dikenakan pajak hingga Mei 2019. Kepala TMO Ismail Kemaloglu mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

TMO juga telah memulai proses penjualan pasokan gandum domestiknya. Aksi yang diprediksi dapat mencegah harga naik bagi pembeli domestik, yang berencana menaikkan harga dalam lira untuk menyesuaikan harga biji-bijian berdenominasi dolar AS yang semakin mahal.

“Harga gandum domestik Turki diperkirakan akan naik setelah Bayram, sejalan dengan kenaikan harga internasional,” ungkap Gulfem Eren, Kepala Turkey Grain Supplier Association, dikutip dari Bloomberg, Minggu (19/8/2018).

Veysel Kaya, Pendiri Sunseedman, pialang dan konsultan di Edirne, mengatakan bahwa pembelian gandum internasional yang dilakukan oleh TMO merupakan upaya untuk mengamankan pasokan komoditas biji-bijian itu untuk perusahaan lokal dan menahan inflasi lebih lanjut.

“Segala yang dilakukan TMO saat ini merupakan upaya agar bisa segera melakukan tender internasional,” ujarnya.

Berdasarkan International Grains Council, Turki merupakan pengekspor tepung utama dunia, yang mengimpor sekitar 6,2 juta ton gandum setiap tahunnya yang berakhir pada Juni.

Tag : komoditas, gandum
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top