Tren Harga Emas Masih "Bearish"

Harga resisten emas bergerak mendekati US$1.200 per ons, mengindikasikan harga kini mendekati level terendahnya selama satu tahun.
Dwi Nicken Tari | 11 Agustus 2018 12:16 WIB
Emas - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Harga resisten emas bergerak mendekati US$1.200 per ons, mengindikasikan harga kini mendekati level terendahnya selama satu tahun.

Sejak pekan lalu, harga logam mulia tersebut telah turun dan mendekati harga yang disebut level psikologisnya, diperdagangkan tidak lebih rendah dari US$1.204.

Harga emas untuk pengiriman langsung di New York turun tipis 0,1% menjadi US$1.211 per ons pada pukul 15.27, Jumat (10/8/2018) waktu setempat, sekaligus menjari penurunan mingguan kelima berturut-turut. Senada, di Comex New York, kontrak pengiriman Desember 2018juga turun 0,1%.

Sementara itu, penguatan dolar AS dan pertumbuhan ekonomi AS turut memukul emas batangan. Kekhawatiran atas krisis ekonomi Turki juga dapat menyebabkan penundaan aksi jual lebih lanjut.

“Kami melihat logam mulia tengah bertarung dengan penguatan dolar AS, dengan risiko penularan merekat terhadap beberapa permintaan,,” kata Ole Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank A/S, seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (11/8).

Ada pula beberapa sinyal yang menunjukkan bahwa investor mulai kehilangan keyakinan. Kepemilikan di pendanaan perdagangan valas berada di level terendahnya dalam enam bulan dan pengelola keuangan tidak pernah melihat pasar emas begitu bearish.

Carlo Alberto De Casa, Kepala Analis di ActivTrades, mengungkapkan tren emas masih bearish dan ada kemungkinan rebound teknikal menjadi US$1.230 atau US$1.235 dalam beberapa pekan ke depan.

“Mungkin masih terlalu dini untuk merayakan bearish emas saat ini,” ujarnya.  

Tag : emas, Harga Emas Hari Ini
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top