Target Penggalangan Dana di Pasar Modal Stagnan

Target penghimpunan dana di pasar modal pada tahun ini terbilang stagnan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal di atas Rp250 triliun pada 2018.
Tegar Arief | 10 Agustus 2018 14:18 WIB
Pengguna jalan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (20/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Target penghimpunan dana di pasar modal pada tahun ini terbilang stagnan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal di atas Rp250 triliun pada 2018.

Padahal, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), total penggalangan dana korporasi (tanpa surat berharga negara) pada tahun lalu lebih tinggi, yakni mencapai Rp263,68 triliun.

Sementara itu, total penghimpunan dana pada enam bulan pertama tahun ini tercatat senilai Rp99,44 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan sejauh ini target tersebut masih realistis untuk tercapai pada akhir tahun.

"Target fund rising masih on the track. Kami harapkan lebih marak dibandingkan tahun lalu. Target tahun ini di atas Rp250 triliun. Kami akan upayakan ada penambahan yang lebih banyak," ujarnya di BEI, Jumat (10/8/2018).

Ada beberapa upaya yang akan dilakukan oleh OJK untuk merealisasikan target tersebut, salah satunya dengan memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengakses dana di pasar modal.

Cara lain adalah dengan menjadikan pasar modal sebagai pusat untuk memperbesar aset keuangan, perluasan basis BEI yang lebih kuat, peningkatan kepercayaan terhadap pelaku pasar, dan penguatan sinergi.

"Beberapa hal itu menjadi kunci untuk meningkatkan kedalaman pasar juga," tutur Wimboh.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menambahkan hingga saat ini terdapat 31 emiten baru yang melantai di bursa dengan nilai mencapai Rp12,3 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari total capaian tahun lalu yang sebanyak 37 perusahaan dengan nilai Rp9,56 triliun.

Sementara itu, penggalangan dana obligasi korporasi sejauh ini telah mencapai Rp71,44 triliun dan surat utang negara tercatat sebesar Rp324,93 triliun.

"Kami telah menjalankan peran menjadi fasilitator penggalangan dana dan perdagangan efek," tuturnya.

Tag : bei, pasar modal
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top