Rekomendasi IHSG: Selain Faktor Pendaftaran Capres, Faktor Eksternal Masih Dominan

Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai faktor politik pendaftaran calon presiden dalam Pemilu 2019 serta berlanjutnya sejumlah sentimen eksternal akan menjadi faktor kuat penggerak IHSG hari ini, Kamis (9/8/2018).
Emanuel B. Caesario | 09 Agustus 2018 09:53 WIB
Pengunjung melintas di samping papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai faktor politik pendaftaran calon presiden dalam Pemilu 2019 serta berlanjutnya sejumlah sentimen eksternal akan menjadi faktor kuat penggerak IHSG hari ini, Kamis (9/8/2018).

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa menjelang akhir pendaftaran capres dan cawapres Indonesia tentunya menjadi perhatian pasar di mana masa pendaftaran akan berakhir pada 10 Agustus 2018.

Sementara dari global data neraca perdagangan china turun dari sebelumnya US$41,47 miliar menjadi US$28,05 miliar.

Tensi perang dagang masih menjadi perhatian di mana pemerintah AS akan mulai melepas tarif 25% barang-barang China senilai $16 miliar pada 23 Agustus mendatang.

Selain itu juga menanti hasil pertemuan selama dua hari Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Ekonomi Jepang Toshimitsu Motegi terkait perkembangan terbaru dalam konflik perdagangan global menjelang pembicaraan ekonomi tingkat tinggi antara AS dan Jepang.

Menurutnya, hal ini tentunya menjadi pertimbangan pelaku pasar.
"Secara teknikal, indeks IHSG hari ini menguat dengan support dan resistance di level 6.079-6.114," katanya dalam riset harian, Kamis (9/8/2018).

Kemarin IHSG ditutup naik (+0.06%) menjadi 6,094. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar pada sektor industri agriculture (+4.06%) dan industri dasar (+1.60%). Sedangkan yang mengalami penurunan terbesar pada sektor industri barang konsumsi (-1.43%) dan konstruksi (-0.89%).

Sementara itu, investor asing melakukan net sell di semua perdagangan saham sebesar Rp484,2 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top