Nilai Tukar Rupiah Menguat, Sayangnya Tren Masih Bearish

Nilai tukar rupiah terapresiasi dengan ditutup pada posisi Rp14.442 per dolar Amerika Serikat setelah rilis data cadangan devisa Bank Indonesia, Selasa (7/8). Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor pemicu penguatan nilai tukar mata uang Garuda.
Mutiara Nabila | 07 Agustus 2018 22:08 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terapresiasi dengan ditutup pada posisi Rp14.442 per dolar Amerika Serikat setelah rilis data cadangan devisa Bank Indonesia, Selasa (7/8). Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor pemicu penguatan nilai tukar mata uang Garuda.

Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono menuturkan bahwa penguatan rupiah pada awal pekan ini merupakan hasil overbought  dari dolar AS dan oversold rupiah. Tetapi, secara fundamental dan teknikal, posisi rupiah tidak banyak berubah.

“Meskipun menguat, trennya masih bearish dan masih sangat kuat [ke pelamahan]. Saat ini, secara teknikal sedang konsolidasi, malu-malu mendekati Rp14.600 per dolar AS,” ujarnya kepada Bisnis.

Wahyu memproyeksikan, rupiah secara jangka pendek dapat bergerak di kisaran Rp14.360 per dolar AS hingga Rp14.560 per dolar AS.

Pada peradagangan Selasa (7/8), rupiah diperdagangkan di posisi Rp14.442 per dolar AS, menguat 36 poin atau 0,25% dari penutupan perdagangan sesi sebelumnya dan  mencatat pelemahan 6% secara year-to-date (ytd).

Penguatan nilai tukar rupiah kemarin melanjutkan apresiasi pada sesi perdagangan Senin (6/8). Berdasarkan catatan Bisnis, rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,14% di level Rp14.478 per dolar AS pada sesi Senin, setelah dibuka menguat 5 poin atau 0,03% di posisi Rp14.493 per dolar AS. Rupiah menguat meskipun indeks dolar AS positif.

Sesuai data yang dikompilasi dari Bloomberg, rupiah menempati urutan kedua yang mengalami pelemahan terparah secara ytd dari keseluruhan 21 mata uang Asia. Peringkat nomor satu ditempati oleh India.

Dalam perdagangan Selasa, rupiah bergerak di kisaran Rp14.440 per dolar AS - Rp14.490 per dolar AS. Adapun, dalam 52 pekan, rupiah bergerak di kisaran Rp13.126 per dolar AS—Rp14.564 per dolar AS.

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia yang lebih rendah dibandingkan Juni berjumlah US$118,3 miliar pada Juli 2018 juga dinilai dapat menguatkan nilai tukar rupiah pada saat ini.

Adapun, indeks dolar AS yang menjadi pengukur kekuatan greenback  tercatat mengalami pelemahan pada Selasa (7/8) hingga 0,22 poin di posisi 95,13. Pelemahan dolar AS saat ini dipicu oleh ekspektasi bahwa perang dagang antara AS dan China kemungkinan akan segera berakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top