Minyak Mentah Menguat, Harga Batu Bara ICE Newcastle Rebound

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Agustus 2018 ditutup menguat 0,3% atau 0,35 poin di level US$115,55 per metrik ton, setelah dibuka stagnan pada posisi US$115,20.
Aprianto Cahyo Nugroho | 31 Juli 2018 08:26 WIB
Warga mengamati kapal tongkang batu bara yang kandas dan patah menjadi dua akibat diterjang gelombang besar di perairan pantai Ujung Kareng, Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara ditutup rebound pada akhir perdagangan kemarin, Senin (30/7/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Agustus 2018 ditutup menguat 0,3% atau 0,35 poin di level US$115,55 per metrik ton, setelah dibuka stagnan pada posisi US$115,20.

Pada perdagangan sebelumnya, harga batu bara Newcastle ditutup melemah 0,26% atau 0,3 poin ke level US$115,20 per metrik ton.

Di bursa komoditas Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Agustus 2018 juga ditutup rebound dengan penguatan 0,11% atau 0,1 poin ke level US$94,80 per metrik ton.

Penguatan harga batu bara sejalan dengan harga minyak mentah yang menguat, ditopang kekhawatiran bahwa performa fasilitas utama Kanada tidak akan kembali ke produksi penuhnya secepat yang diperkirakan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik US$1,44 dan berakhir di level US$70,13 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 43% di bawah rata-rata 100 hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman September naik 68 sen dan berakhir di US$74,97 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$4,84 terhadap WTI.

Dilansir dari Bloomberg, harga minyak naik 2,1% di New York di tengah kekhawatiran bahwa pasokan dari fasilitas Syncrude milik Suncor Energy Inc. mungkin akan semakin mengkerut.

Tak hanya itu, ancaman lain terhadap suplai datang dari pemogokan buruh di ladang minyak Laut Utara dan penangguhan pengiriman oleh Arab Saudi melalui rute transit Laut Merah.

"Setiap titik gangguan tambahan akan memberi sedikit dampak yang tidak diinginkan,” kata Matthew Beck, managing director di John Hancock Financial Services Inc. “Bersama-sama, mereka telah mengurangi kekhawatiran atas terus meningkatkan pasokan di luar kebutuhan permintaan.”

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Agustus 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

30 Juli

115,55

(+0,30%)

27 Juli

115,20

(-0,26%)

26 Juli

115,50

(+0,43%)

25 Juli

115,00

(+1,32%)

24 Juli

113,50

(+1,02%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top