RDPT Jasa Marga Tahap II Dirilis Awal Agustus

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. akan kembali menerbitkan reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dengan menggandeng PT Mandiri Manajemen Investasi. Proyek yang akan dijadikan underlying asset adalah tiga ruas jalan tol, yakni Semarang-Batang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono.
Tegar Arief | 31 Juli 2018 12:46 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), Gubernur Jatim Soekarwo (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani meresmikan jalan tol Gempol-Pasuruan Seksi II di gerbang tol Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (22/6/2018). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. akan kembali menerbitkan reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dengan menggandeng PT Mandiri Manajemen Investasi. Proyek yang akan dijadikan underlying asset adalah tiga ruas jalan tol, yakni Semarang-Batang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono.

Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi Endang Astharanti mengatakan, ini merupakan RDPT lanjutan yang sebelumnya telah diterbitkan oleh Jasa Marga sebelumnya. Dari RDPT tahap kedua ini, perseroan menargetkan dapat memperoleh dana senilai Rp1,5 triliun.

"Sebentar lagi akan diterbitkan, kemungkinan minggu pertama atau minggu kedua Agustus. Saat ini sudah dalam masa penawaran. Target total dari kedua RDPT ini Rp3 triliun," kata Asti di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/7/2018).

Produk ini memiliki IRRa sebesar 10,25% per tahun. Asti menjelaskan, RDPT tahap kedua ini dana yang diperolah akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan jalan lebih lanjut. Sebab, pembangunan tol tidak dilakukan hanya dalam satu tahap.

Adapun investor yang diincar adalah investor profesional yang memiliki akreditasi, sebagaimana arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena ini berbentuk RDPT, maka investor yang dipilih juga sangat selektif.

"Rencananya ini akan diterbitkan tidak lama lagi, awal Agustus," ujarnya.

Belum lama ini, Jasa Marga meluncurkan RDPT Mandiri Infrastruktur Ekuitas Transjawa tahap pertama dengan nilai sekitar Rp1,4 triliun. Jumlah itu merupakan sebagian dari total dana segar yang dibidik melalui instrumen tersebut senilai Rp3 triliun.

Dengan produk ini, investor menempatkan dana di instrumen RDPT yang dikelola oleh manajer investasi. Kemudian, manajer investasi melakukan akuisisi terhadap 20% kepemilikan saham di tiga anak perusahaan jalan tol (APJT) milik emiten berkode saham JSMR itu.

Adapun, tiga perseroan tersebut yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK).

Adapun dana yang masuk akan digunakan untuk menyelesaikan seluruh proyek perseroan yang tengah berjalan. Tercatat, JSMR memiliki konsesi ruas tol sepanjang 1.527 kilometer (km).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jasa marga

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top